Polda Sumut Ringkus Dokter Gigi Gadungan Buka Praktik

Ilustrasi

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Subdit IV Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara, menangkap seorang dokter gigi gadungan yang berpraktik dikediamannya Jalan Setia Luhur, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Senin (6/8), mengatakan dokter gigi gadungan tersebut bernama Rudini Arif S.Pt (27) warga Jalan Bambu II Kiri No 115, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur.

“Sebelum ditangkap, tersangka diketahui telah berpraktik sejak tahun 2015,” ungkapnya.

Tatan menjelaskan, penangkapan yang dilakukan kepada dokter gadungan bergelar pendidikan Sarjana Peternakan tersebut, dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya dugaan malpraktik kedokteran gigi yang berlangsung di sebuah rumah tempat tinggal Jalan Setia Luhur No 177 A.

“Selanjutnya, polisi langsung melakukan penyelidikan mendatangi tempat praktik itu dengan mempergunakan bantuan informan yang berlakon sebagai calon pasien yang mempunyai keluhan gigi,” jelasnya.

Advertisement

Kemudian, lanjut Tatan, setelah calon pasien memasuki ruangan praktek dokter gigi dan duduk di kursi unit praktek gigi, penyelidik langsung memasuki rumah yang dijadikan tempat praktik gigi itu. Dimana penyelidik melihat Rudini sedang melakukan perawatan dan pengobatan gigi terhadap seorang pasien.

Adapun alat yang ditemukan di ruangan Rudini untuk praktik gigi, berupa 1 set TCD, 1 set Tool Kit, 1 kotak alginate, 1 set mikro motor, 1 kotak alat cetak, 1 set scallet, 2 buah kaca mata pasien, 1 set suction, 1 buah handuk alas, 1 set dental unit, 1 set bahan gigi, 2 ember, 1 kotak masker karet warna hijau, 1 kotak sarung tangan karet warna pink dan kaca mulut.

“Tersangka saat itu sedang memakai masker karet warna hijau dan sarung tangan karet warna pink, dengan memegang peralatan kaca mulut yang akan dipergunakan menangani pasien yang sedang menjalani perobatan gigi, sehingga langsung dilakukan penangkapan,” terangnya.

Atas perbuatannya, dokter gigi gadungan ini dipersangkakan dengan UU RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 77 serta UU RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 78 sebagaimana dimaksud dalam 73 ayat 1 dan Pasal 73 ayat 2 dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp150.000.000,00.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN