Perayaan Idul Adha, Roket-Roket Hantam Kabul

Helikopter militer MD 530F menarget rumah tempat persembunyian para pelaku serangan bom di Kabul, Afghanistan, Selasa, (21/8). (foto: AP)
Iklan

KABUL, Waspada.co.id – Serentetan roket menghantam Kabul Selasa pagi (21/8), tidak lama setelah Presiden Afganistan Ashraf Ghani melakukan siaran langsung untuk menyampaikan pesan Idul Adha dalam sebuah acara khusus di istana presiden. Sedikitnya satu roket mendarat di dekat istana di zona hijau Kabul.

Taliban Afghanistan menolak bertanggung jawab atas serangan roket hari Selasa (21/8) terhadap Kabul.

Polisi Kabul menyatakan satu kelompok terdiri dari lima pelaku serangan bom bunuh diri bersembunyi di belakang masjid Eidgah di Kabul, dan menembakkan banyak roket dari sana ke arah berbagai bagian kota.

Seorang sumber keamanan mengukuhkan sedikitnya 10 roket ditembakkan tetapi media setempat menyatakan jumlah roket yang lebih banyak lagi. Empat pelaku tewas dalam bentrokan dengan aparat keamanan setempat. Sedikitnya seorang polisi cedera. ToloNews Afghanistan melaporkan sebuah helikopter militer terlihat menarget tempat persembunyian para penyerang di dekat masjid Eidgah.

Presiden Ghani, yang melanjutkan pidatonya, mengatakan, warga Afghanistan tidak dapat ditakut-takuti oleh serangan semacam itu. Ia juga mengatakan pemerintahnya telah bersiap menghadapi insiden semacam itu pada perayaan Idul Adha.

iklan

Hashmatullah Stanikzai, juru bicara kepolisian Kabul, mengatakan, polisi telah menyita satu kendaraan milik para penyerang, tetapi operasi pembersihan berlanjut di kawasan itu.

Serangan ini terjadi dua hari setelah presiden Afghanistan menawarkan gencatan senjata tiga bulan bagi Taliban dengan syarat mereka melakukan hal serupa. Taliban belum menanggapinya secara resmi, tetapi sejumlah sumber Taliban mengatakan pimpinan mereka telah memberitahu para komandan setempat untuk menghentikan pertempuran selama beberapa hari, pada waktu rakyat Afghanistan merayakan Idul Adha.

Dalam konferensi pers hari Senin, juru bicara presiden Haroon Chakhansuri mengatakan pemerintah tidak akan mematuhi gencatan senjata yang tidak diumumkan. (wol/voa/data2)

Iklan