Ini Kata Said Aqil Terkait Cawapres

Ketua PBNU Said Aqil Siroj (Foto: Okezone)
Iklan

JAKARTA, Waspada.co.id – Peluncuran Said Aqil Siroj Institute yang dibanjiri tokoh-tokoh nasional dan pimpinan partai politik Kiai Said bungkam soal sikap pilpres.

Terlihat hadir Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristyanto, juga politisi senior Partai Golkar Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam Tausiah kebangsaan Kiai Said memberi catatan kritis terhadap pemerintah, terkait pemerataan.

“Warga NU yang selama ini berjualan baso, narik becak hidupnya ya begitu-begitu saja. Belum ada perubahan. Kita tidak anti pada Konglomerat. Tapi yang lebih penting bukan semata-mata pertumbuhan Ekonomi. Tapi juga, pemerataan kesejahteraan,” papar Kiai Said di Jakarta, Kamis (2/8).

Kiai Said juga menyinggung terkait dana yang diberikan pemerintah kepada NU, adalah pinjaman sebesar Rp1,5 triliun. Namun karena bunga pinjaman dari pemerintah 9 persen, dana itu belum bisa dikelola. Karena dirasa masih cukup berat untuk diditribusikan ke masyarakat.

iklan

Ketika ditanya terkait sikap Kiai Said soal wapres, justru Kiai Said bungkam. “PBNU tidak pilih, karena dia organisasi bukan partai politik,” pungkas Said Aqil Siroj.

Dalam kesempatan yang lain, awak media melakukan konfirmasi atas bungkam SAS, kepada Direktur SAS Institute.

Imdadun Rahmat, selalu Direktur Said Aqil Siroj Institute menabsirkan bahwa sikap diam Kiai Said, karena sedang mencari yang terbaik.

“Kiai Said, adalah milik seluruh warga NU. Dan warga NU sendiri tersebar dimana-mana. Jadi mungkin Kiai Said belum menentukan pilihan terkait sikap itu,” papar Imdadun.

Imdadun melanjutkan, bahwa menentukan nasib bangsa dan negara tidak bisa dijawab dalam waktu satu-dua menit. Butuh proses perenungan, bahkan Sholat Istiqoroh. (inilah/ags/data2)

Iklan