Endapan Es ‘Terdeteksi’ di Permukaan Bulan

Kutub Utara & Selatan Bulan yang berwarna biru diduga adalah lapisan es (BBC)
Iklan

Waspada.co.id – PARA ilmuwan menyebut bahwa mereka kini telah memiliki bukti definitif tentang adanya es yang mengandung air di permukaan Bulan. Endapan es itu ditemukan di kutub utara dan selatan bulan, dan kemungkinan berasal dari masa purba.

Penemuan ini diperoleh instrumen pada pesawat ruang angkasa Chandrayaan-1 India, yang mengeksplorasi Bulan antara tahun 2008 dan 2009. Rincian penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Penyebaran endapan es itu tidak merata. Di kutub selatan bulan, sebagian besar es terkonsentrasi di kawah-kawahnya. Di kutub utara, es air lebih longgar dan lebih tersebar luas. Alat di Chandrayaan, Moon Mineralogy Mapper (M3) mengidentifikasi adanya tiga tanda khusus es air di permukaan bulan.

M3 tidak hanya mengambil sifat reflektif yang khas dari es, tetapi mampu mengukur secara langsung cara molekulnya yang khas dalam menyerap cahaya inframerah. Ini berarti bisa membedakan antara air cair dan uap dan es padat.

Suhu di Bulan pada siang hari dapat mencapai 100 Derajat Celcius yang sangat panas, yang tidak memberikan kondisi terbaik bagi permukaan es untuk bertahan. Tetapi karena Bulan miring pada porosnya sekitar 1,54 derajat, ada tempat di kutub lunar yang tidak pernah mengalami siang hari.

iklan

Para ilmuwan memperkirakan bahwa suhu di kawah yang secara permanen berada dalam bayangan di kutub Bulan tidak prnah melewati -157 Derajat Celcius. Ini akan menciptakan lingkungan yang membuat endapan es-air bisa tetap stabil untuk waktu yang lama. Hasil penelitian ini mendukung penemuan sebelumnya yang mendeteksi secara tidak langsung adanya es di permukaan di kutub selatan Bulan. (wol/okz)

Iklan