“C6 Tidak Terbagi Karena DP4 Kemendagri Tak Sesuai Fakta Lapangan”

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Komisi A DPRD Medan, Andi Lumbangaol, dalam rapat dengar pendapat (RDP), Senin (27/8), kembali mempertanyakan kenapa C6 tidak terdistribusi dengan baik saat Pilgubsu kemarin. Begitu juga dengan keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat partai politik pada Pemilu 2019 mendatang.

“Kita mengundang pihak KPU Kota Medan dan Bawaslu Kota Medan bukan membongkar masa lalu, tapi ingin menjadikan pemilu ke depan lebih baik lagi. Kenapa C6 distribusinya tidak merata dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Hasan Basri, yang notabenenya masih ASN bisa mendaftarkan diri jadi caleg?,” sebut Andi mempertanyakan.

Menjawab pertanyaan itu, Ketua KPU Kota Medan, Herdensi Adnin, menyebut Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilihan (DP4) yang mereka peroleh dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak lagi sesuai antara Dejure (hukum) dan dengan de facto (kenyataan).

“Sebelum pemutakhiran data pemilih, sudah beberapa kali melakukan FGD (forum diskusi group) yang difasilitasi Kesbangpol. Berdasarkan itu dapat disimpulkan bahwa DP4 secara dejure dan dengan defacto tidak lagi singkron,” jelasnya.

Dikatakan, mekanisme pemutakhiran data ini dengan melampirkan DP4. Pelaporan data di Disdukcapil Medan bersifat pasif atau harus ada yang melaporkan ke instansi tersebut. Hal inilah yang menyebabkan C6 masih beredar meskipun sudah meninggal ataupun pindah. “Makanya kita lakukan coklit dari rumah ke rumah. Untuk menggabungkan antara dejure dan defacto-nya,” lanjutnya.

Advertisement

Ditambahkan Herdensi, pada Pilgub Sumut 2018 lalu banyak formulir C6 (surat undangan memilih) yang kembali karena tidak terdistribusi. “11.000 karena meninggal dunia, 85.000 karena pindah domisili, 47.286 orang dan 117.000 yang tidak dapat ditemui, totalnya ada 200.000 lebih dari total DPT 1,5 juta jiwa,” bebernya.

Turut hadir dalam RDP tersebut lima Komisioner Bawaslu Medan diantaranya Payung Harahap (Ketua), Fadli dan Raden Deni Admiral. Sementara dari Komisi A DPRD Medan ada Andi Lumban Gaol (PKPI), Sabar Syamsurya Sitepu (Golkar, Proklamasi Naibaho (Gerindra), Zulkarnain Yusuf Nasution (PAN), Anton Panggabean (Demokrat), dan Hj Hamidah (PPP).(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN