Pencarian Korban KM Sinar Bangun di Danau Toba Tertunda Akibat Cuaca Buruk

Proses pencarian korban kapal tenggelam di Danau Toba. (Foto: Antara)
agregasi
agregasi

 

SAMOSIR – Pencarian korban tenggelamnya kapal motor (KM) Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara kembali menemui hasil negatif. Memasuki hari ketujuh pasca-tenggelamnya kapal tersebut, Tim SAR gabungan masih belum kembali menemukan korban.

Upaya pencarian bahkan harus dihentikan akibat terkendala cuaca buruk yang melanda danau terbesar di Asia Tenggara itu. Dari data Basarnas, ada sebanyak 207 orang yang dilaporkan hilang dalam musibah tenggelamnya Kapal Sinar Bangun. Dari jumlah tersebut, 20 orang di antarnya sudah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan 3 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Danau Toba

Kabid Humas PT Pembangunan Prasarana Sumut, Marhan Simbolon mengatakan, pencarian yang dilakukan Tim SAR gabungan difokuskan di empat titik. Tim berangkat pukul 10.00 WIB dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir dengan menumpangi KMP Sumut Satu.

Advertisement

“Tim menggunakan jangkar bertali yang dapat menyisir perairan Danau Toba hingga kedalaman 600 meter. Namun, akibat cuaca yang tidak mendukung baru 5 jam pencarian tim harus kembali ke pelabuhan dikarenakan cuaca buruk. Pencarian tidak berhasil menemukan jasad korban maupun bangkai kapal,” kata Marhan Simbolon, Minggu (24/6/2018).

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Danau Toba

Menurut dia, tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan pencarian Senin (25/6/2018). Dia berharap pencarian beso bisa membuahkan hasil.

Sebelumnya, KM Sinar Bangun yang mengangkut seratusan penumpang dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dengan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin, sekira pukul 17.30 WIB.