Kemajuan Pembangunan Kota Medan Hanya Sebatas Pencitraan Wali Kota

Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin (dok. WOL Photo)

MEDAN, Waspada.co.id – Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah. Tidak semudah berucap atau membalikkan telapak tangan. Jadi seorang pemimpin itu harus berwibawa, tegas dan berkuping tipis terlebih lagi menyangkut persoalan atau kebutuhan masyarakat.

Setidaknya hal itulah keinginan yang digambarkan Ahmad (37), warga Kecamatan Medan Amplas terhadap sosok pemimpin di kota tempat tinggalnya.

Dikatakannya, Kota Medan tidak ada kemajuan. Sebab, tidak ada kebijakan tegas yang dilakukan Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin semasa memimpin. Ia pun mencontohkan, mengenai penertiban papan reklame. Saat ini Pemko Medan sudah menelurkan peraturan daerah (Perda) yang mengatur soal zonasi papan reklame berikut perubahan perdanya. Faktanya, papan reklame milik perusahaan besar masih tegak berdiri di zona larangan.

“Belum lagi menyangkut anggaran Rp1 triliun untuk pembangunan infrastruktur yang mana di dalamnya termasuk perbaikan median jalan (trotoar). Bahan material yang bagus pada trotoar hanya sebatas menghabiskan anggaran. Tidak terpelihara dengan baik karena fungsinya telah berubah. Beda jauh saat saya pergi ke luar daerah. Di sana, median jalan atau trotoarnya tertata dengan apik. Dan masyarakatnya pun tak berani melanggar aturan yang dikeluarkan pemerintah,” ujarnya miris, Rabu (20/6).

Pandangan serupa juga mencuat dari warga Kota Medan lainnya, Hari (38). Pria yang bermukim di Kecamatan Medan Denai itu menyebutkan, kemajuan pembangunan di Kota Medan hanya sebatas pencitraan Wali Kota Medan di atas kertas yang terpublish di media massa. Belum tampak secara tegas program-program Wali Kota Medan yang sudah berjalan hampir tiga tahun kepemimpinan.

Advertisement

“Tahun ke tahun Kota Medan seperti ini saja. Mana yang berubah? Tidak ada menurut saya. Jumlah kendaraan bertambah, tidak didukung dengan penambahan jumlah jalan. Kota Medan semakin macat. Belum lagi pembangunan halte bus yang diperuntukkan bagi warga agar mengurangi penggunaan mobil pribadi menjadi pajangan dan barang rongsokan. Jalan berlubang masih banyak ditemukan di pinggiran inti kota. Penataan pasar tradisional belum maksimal dan masih banyak lainnya,” ungkapnya.

“Wali Kota sekarang hanya memperoleh 25 persen suara dari daftar pemilih tetap (DPT) yang jumlahnya 1 juta lebih. Dengan kata lain, yang menang adalah pemilih yang tidak memilih karena sudah jenuh dengan janji politik. Ke depan kami butuh pemimpin yang tegas untuk membawa Kota Medan menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN