Sunardi A: PSMS Kehilangan Ciri Khas

WOL Photo/Ega Ibra

MEDAN, Waspada.co.id – Hasil buruk yang diraih PSMS Medan hingga pekan keenam Liga 1 Indonesia memicu banyaknya kritikan dan masukan bagi skuad Ayam Kinantan. Salah satu masukan datang dari legenda PSMS, Sunardi A.

“Berbicara tentang sepakbola tentu tidak terlepas dari masalah teknik, tapi teknik bukan segalanya untuk memenangkan suatu pertandingan, karena juga harus ada semangat didukung dengan strategi,” kata Sunardi, Selasa (1/5).

Begitu juga dengan PSMS yang sejauh ini memiliki ciri khas rap-rap atau permainan keras tapi tetap sportif. Sayangnya, performa gemilang tim asuhan Djadjang Nurjaman di Piala Presiden lalu tidak berlanjut di kompetisi. Hingga kini, Ayam Kinantan masih berada di papan bawah klasemen.

“Artinya tidak ada seorang pemain Medan takut untuk berbenturan dengan pemain lawan yang fisiknya lebih besar atau tinggi. Namun tetap bermain sportif, jadi niatnya bukan untuk melukai lawan,” ujarnya.

“Ciri permainan keras itu hanya bisa dibawakan oleh anak-anak Medan karena faktor lingkungannya yang memang keras. Bisa kita lihat kalau orang Medan bicara jarang bisa pelan-pelan, begitu juga kalau bertindak,” kata Sunardi lagi.

Advertisement

Sunardi sendiri berpendapat bahwa itu semua sepertinya sudah luntur dan tidak terlihat lagi ada di skuad Ayam Kinantan sekarang. Dikatakan, ciri khas pemain Medan harus memiliki fanatisme, berani main keras, pantang menyerah, dan punya semangat juang yang tinggi.

“Untuk itu, siapapun dan dari manapun yang bermain untuk PSMS, harus mengubah jati dirinya menjadi anak Medan. Dengan sendirinya nanti akan tumbuh karakter dan ciri khas Medan tersebut. Ingat, sepakbola bukan saja mengandalkan otot tapi insting yang dapat membaca permainan lawan baik secara tim maupun individu,” ucap sang legenda. (wol/at/data2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL