Mahfud MD: HTI Sejak Semula Dirancang Menolak Negara Pancasila!

Mahfud MD (Foto: Ist)
agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan, keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) menolak gugatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terkait pembubaran organisasi kemasyarakatan (ormas) sudah tepat.

Menurutnya, keberadaan HTI itu memang dirancang untuk menolak paham Pancasila yang merupakan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kata dia, mereka berencana mengganti pemahaman Pancasila dengan konsep Khilafah.

“HTI itu memang sejak semula dirancang (untuk) menolak negara Pancasila,” kata Mahfud saat menjadi pembicara dalam Dialog Solutif Gerakan Daulat Desa dengan tema ‘Bangkitnya Kedaulatan dan Martabat Rakyat Dalam Demokrasi Pancasila’ yang diadakan di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/5/2018).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menilai langkah pemerintah membubarkan HTI tanpa proses pengadilan itu sudah benar. Sebab, bila suatu ormas ada sebuah kecacatan administratif, maka sudah sewajarnya bila pemerintah melakukan tindakan.

Advertisement

“Pengadilan ini menyatakan pembubaran HTI oleh pemerintah itu sudah sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberlangsungan HTI dinilai akan mengancam demokrasi yang sedang berjalan. Sebab, mereka merusak tatanan ideologi yang sudah tertanam. “Itu artinya menolak ideologi Pancasila. Itu tidak boleh ada organisasi seperti ini,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Majelis PTUN menyatakan menolak seluruh gugatan dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terkait pembubaran ormas.

Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Hakim Tri Cahya saat membacakan amar putusannya dalam sidang gugatan HTI di PTUN, Jakarta Timur, hari ini. “Mengadili untuk menolak seluruh gugatan dari penggugat,” kata Ketua Hakim Tri Cahya.

Selain itu, hakim menolak seluruh eksepsi atau pembelaan dari HTI dalam pembubaran organisasi tersebut. Bahkan, hakim menyatakan HTI untuk membayar denda biaya perkara.