Komisi VII Minta Pertamina Jaga Stok BBM Hingga Lebaran Usai

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Gus Irawan Pasaribu, ketua Komisi VII DPR RI, yang membidangi energi dan lingkungan hidup meminta Pertamina menjaga stok bahan bakar jangan sampai langkah hingga lebaran usai.

“Bahkan di setiap hari besar keagamaan harusnya memang stok terjaga sebaik-baiknya,” kata dia.

Gus Irawan Pasaribu, Wakil Ketua Fraksi Gerindra di DPR RI, berbicara kepada Waspada Online, Kamis (17/5). “Bagaimana sebenarnya pasok bahan bakar hingga lebaran? Harusnya tak bermasalah. Termasuk saat nanti pucak mudik dan balik. Saya tidak mau lagi berpolemik tentang ketersediaan premium,” ujar Gus.

Karena beberapa waktu lalu ketika dia gencar mendorong agar premium tersedia di semua SPBU nyatanya tak terealisasi sampai kini. “Namun yang harus menjadi fokus adalah saat mudik nanti bahan bakar tersedia,” kata ketua DPD Gerindra Sumut itu.

“Katakanlah sekarang tak ada lagi premium dan solar di SPBU, maka menjelang puasa hingga arus balik setelah lebaran, harusnya pertalite dan dexlite tetap terjaga pasokannya. Tentu harganya lebih mahal. Jika yang tersedia pertalite dan dexlite di SPBU sudah pasti belanja mudik lebih mahal,” ungkap dia.

iklan

Lantas bagaimana kesiapan Pertamina? Menurut Gus Irawan, tidak hanya Komisi VII yang bersuara, Ketua DPR-RI pun sudah ikut mengingatkan Pertamina menjaga pasokannya. “Kami di Komisi VII meminta agar Pertamina aktif memantau distribusi BBM di semua daerah. Bahkan jika perlu strateginya dibuat seperti tahun-tahun lalu dengan menyiagakan mobil tanki BBM di daerah yang terindikasi jalur lintas dengan tingkat konsumsi tinggi,” tuturnya.

“Untuk kecukupan BBM ini, Pertamina mengaku sudah menyiapkan tambahan pasokan bahan bakar minyak ( BBM) sebanyak 15 persen dari kondisi biasa untuk kebutuhan arus mudik dan balik Lebaran 2018. Pemudik yang menggunakan motor (diperkirakan) berjumlah 7,7 juta dan yang mengunakan mobil sekitar 3,5 juta. Jadi pasokan yang disiapkan per harinya ditambah 15 persen,” jelasnya.

Menurut Gus Irawan, Pertamina sudah menambah persiapan termasuk juga sudah menyiapkan fasilitas pengisian bahan bakar di jalur tol dan jalur fungsional dengan SPBU mobile. “Jadi seyogyanya tidak ada problem bagi kita dalam memenuhi pasokan energi. Komisi VII pun selalu mendorong agar perusahaan pelat merah itu peka terhadap kebutuhan masyarakat.”

“Apalagi konsumsi solar sepanjang lebaran misalnya akan berkurang jika truk logistik dilarang beroperasi. Dalam pengalaman sebelumnya diketahui ada delapan lokasi yang diprediksi mengalami peningkatan konsumsi BBM dan elpiji paling tinggi. Delapan lokasi itu Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua,” kata dia.

“Jadi sesuai tugas di Komisi VII DPR-RI kita harapkan PLN dan Pertamina menjaga pasokan energi untuk kebutuhan masyarakat dan izinkan saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1439 H,” tuturnya. (wol/ags/min)

Editor: Agus Utama

Iklan