“Penertiban Kendaraan di Medan Ibarat Balon, Pencet di Sini Muncul di Sana”

Anggota Komisi D DPRD Medan, Godfried Effendi Lubis. (WOL Photo)
Iklan

MEDAN, WOL – Rencana Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan Kota Medan, untuk melakukan penindakan dan penertiban terhadap bus dan mobil parkir penjual pulsa di badan jalan, disambut baik anggota DPRD Medan, Godfried Lubis. Ia berharap penertiban itu jangan musiman atau ibarat ‘proyek balon’.

“Kita mendukung dilakukan penertiban, penindakan pelanggaran lalu lintas yang terbukti menimbulkan kemacatan. Tapi penertiban harus menyeluruh dan jangan pandang bulu,” ujarnya menyikapi rencana Dinas Perhubungan Kota Medan melakukan penertiban bus Angkutan Kota Dalam Propinsi (AKDP) dan Angkutan Kota Antar Propinsi (AKAP) yang parkir di bahu jalan, Rabu (18/4).

Menurut anggota Komisi D DPRD Medan ini, penertiban itu diharapkan supaya menyeluruh dan komprehensip. Sehingga penertiban maksimal dan tidak menimbulkan masalah baru yakni ditertibkan di satu tempat namun pindah ke tempat lain.

“Seperti pencet balon. Dipencet di sini gembung di sana,” imbuhnya mengumpamakan.

Politisi Gerindra Kota Medan ini pun mendorong Pemko Medan agar penertiban dilakukan secara rutin dan tegas tapi bukan gagah-gagahan. Artinya, jangan minggu ini kosong tetapi minggu depannya lagi timbul. Sehingga terkesan ada oknum-oknum di Dinas Perhubungan yang diduga dengan sengaja ‘memelihara’ objek penertiban tersebut.

iklan

“Bertahun-tahun kita perhatikan penertiban tetap saja musiman. Hal seperti itu yang seharusnya diubah total,” tandasnya.

Sebelumnya, Kadis Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat, menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan penertiban pool dan bus besar dari Aceh yang sering parkir di pinggiran Jalan Asrama dan Jalan SM Raja. Sebab, kondisi itu berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas juga kemacatan.

Sama halnya dengan pedagang kaki lima yang menjual pulsa maupun paket data. Pedagang yang menggunakan kendaraan roda empat, bukan saja berjualan di badan jalan, tetapi juga di trotoar.

Menurut Renward, persoalan ini terjadi di berbagai kecamatan di Medan. Diantaranya di Jalan Jamin Ginting, di SM Raja, termasuk Pasar Merah.

“Kita sudah sering melakukan penertiban tetapi tetap saja membandel. Bahkan ada kendaraan pedagang harus sempat ditahan di gudang Kayu Putih,” ungkapnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan