Lukisan Tak Biasa Jokowi Karya Seniman Sumut Ini Sedot Perhatian Pengunjung Inacraft 2018

WOL Photo
Iklan

JAKARTA, Waspada.co.id – Ada lukisan yang tidak biasa yang  dipajang di stand utama Inacraft 2018 di Jakarta Convention Centre (JCC) 25-29 April 2018. Lukisan wajah Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang terbuat dari bubuk kopi ini menarik perhatian ribuan pasang mata pengunjung.

Lukisan ini dibuat menggunakan kopi oleh Morris Alexander Siregar. Mungkin banyak pelukis saat ini yang menggunakan bahan bubuk kopi, tetapi karya anak Medan ini memang berbeda. Tingkat kedetailan Morris patut diacungi jempol. Untuk menyelesaikan lukisan ini Morris butuh waktu kurang lebih dua bulan. Dia memang sudah mempersiapkannya untuk ajang pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, Inacraft 2018.

Ada dua karya Morris pada INACRAFT yang bertemakan ‘The Loftiness Of North Sumatera’ ini. Satu lagi dia melukis Istana Maimun yang juga menggunakan kopi dan abu vulkanik Gunung Sinabung. Kemudian ada satu lukisan dengan bahan teh dari Zaman Art. Selain itu ada juga dipajang dua lukisan lain yang menggunakan bahan sabut kelapa oleh seniman Febri Yunarta, dia juga melukis wajah Jokowi dan harimau.

Pada even akbar ke-20 dari ASEPHI, Sumatera Utara menjadi ikon sehingga pengrajin Sumut punya ruang yang besar memamerkan hasil kerajinan tangan mereka. Lukisan Jokowi dengan bahan kopi ini di pajang di stand utama Sumatera Utara, sehingga orang yang masuk dari pintu utama akan langsung melihat hasil karya ini.

Istri Wakil Presiden Mufidah Kalla yang hadir dalam acara pembukaan bersama Jusuf Kalla juga tertarik dengan lukisan ini. Didampingi Ketua Dekranasda Sumut Evi Diana Erry Nuradi, cukup lama Ketua Dekranas ini memandangi lukisan Presiden RI ini sebelum melanjutkan ke stand-stand lainnya.

iklan

Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, juga mengaku terkesan dengan lukisan berbahan dasar kopi ini. Tengku Erry mengatakan sangat ingin seniman seperti ini bisa diberdayakan. “Hasil karya seperti ini jarang dan sangat bagus, unik dan kualitasnya juga baik. Kita harus bisa memberdayakan seniman seperti ini,” ujar Erry.

Erry Nuradi dengan semangat mengatakan kepada jajaran OPD yang mendampinginya agar bisa memaksimalkan seniman seperti ini karena tidak banyak seniman seperti Morris. “Tolong ya agar seniman-seniman seperti ini harus kita dukung terus dan berdayakan. Nanti coba kita bahas apa langkah yang bisa kita ambil untuk memaksimalkan mereka,” katanya.

Morris merupakan pelukis terkenal di Sumut bahkan Indonesia, dia sudah mendapat tiga rekor Muri untuk lukisan terbesar dari bubuk teh, lukisan terbesar dari limbah sawit dan mozaik kulit telur terbesar. (wol/data1)

Editor: RIDIN

Iklan