Kepala SMKN 10: Coret-coret Seragam Itu Tindakan Sia-sia

WOL Photo
Iklan

MEDAN, WOL – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hari ini telah berakhir dan ditutup dengan mata pelajaran kejuruan,  Kamis (5/4). Seluruh peserta ujian SMK Negeri 10 Jalan Teuku Cik Ditiro Medan dilarang dengan tegas oleh pihak sekolah agar tidak menggelar aksi coret-coret.

Kepala SMKN 10, Roberth A. Lesbatta MSi, mengatakan lebih baik seragam sekolah di sumbangkan kepada pihak yang membutuhkan. “Saya melarang coret-coret baju dan konvoi di jalanan. Jika ada yang tertangkap polisi urus sendiri, karena pihak sekolah sudah beri arahan,” ujar Roberth.

Dengan arahan yang telah diberikan, Robert berharap siswa-siswanya mau mendengarkan dan setelah ini langsung pulang ke rumah masing-masing. Karena ada kedua orang tua yang menunggu kabar baik dari anaknya.

“Coret-coret itu tindakan yang sia-sia, alangkah lebih baik jika menemui orang tua yang sudah menunggu di rumah,” tambahnya.

Selanjutnya, seluruh siswa dilakukan razia masing-masing tas untuk mengetahui siapa yang membawa spidol ataupun cat semprot, jika kedapatan akan dipulangkan saat mengambil ijazah. (wol/ags/ror/data2)

iklan

Editor: Agus Utama

Iklan