Ibu Tak Menyangka Kedatangan Anak Kandung Tewaskan Menantu

Jenazah Jumingan Korban Penembakan. (WOL Photo/Lihavez)
Iklan

MEDAN, WOL – Ibu Kompol Fahrizal, Elly mengaku tak menyangka kalau kedatangannya berujung penembakan hingga menewaskan Jumingan alias Jun (33) di kediamannya Jalan Tirtosari, Gang Keluarga, Kecamatan Medan Tembung.

Menghadapi para pelayat yang datang ke rumahnya, Kamis (5/4) ia hanya terduduk lesu berderai air mata. “Udahlah, udah,” kata Elly sesunggukan kepada para pelayat.

Bahkan air matanya terus berderai. Ia duduk di sisi tempat yang disiapkan untuk pembaringan terakhir sang menantu. Jenazah yang masih berada di RS Bhayangkara Polda Sumut rencananya akan disemayamkan di rumah duka sebelum diberangkatkan ke tempat orang tuanya di Kisaran.

Elly tak menyangka kedatangan Fahrizal Rabu malam itu justru berujung naas. Fahrizal diketahui datang karena telepon ibunya yang mengeluh sakit.

“Waktu datang baik-baik aja. Dia (Fahrizal) nanya mamak kenapa? Mamak mau makan apa?,” kata Ani, salah seorang keluarga Elly.

iklan

Kedatangan Fahrizal ke rumah Elly malam itu pun berlangsung hangat. Fahrizal, istrinya, dan ibunya, beserta Jumingan duduk di ruang tamu dan berbincang hangat. Fahrizal sempat terlihat memijat kaki ibunya. “Tapi gak tahu kok bisa sampai begini. Mamaknya juga gak nyangka,” katanya.

Motif penembakan Jumingan oleh Fahrizal masih abu-abu. Para tetangga malam itu hanya mendengar letusan tembakan beberapa kali. Awalnya, para tetangga menyangka letusan itu bunyi petasan. “Ada beberapa kali letusan. Sampai di luar juga masih nembak,” kata seorang tetangga.

Karena mengetahui letusan itu adalah tembakan senjata api, para tetangga tidak berani keluar apalagi bermaksud melerai. “Kami takutlah,” sebut pria yang meminta identitasnya tidak ditulis. (wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan