BEI Gaet Pemkab Aceh Tenggara Kembangkan Bisnis di Daerah

Kepala BEI (Bursa Efek Indonesia) Perwakilan Provinsi Aceh Tashrif Muhardi, bersama Dandim 0108 Agara Letkol Kav Jhoni Hariadi SE, beserta sejumlah tokoh pemuda, mahasiswa, dan Ormas di Aceh Tenggara dalam pembukaan Seminar dan Sosialisasi Bursa Efek Indonesia untuk Aceh Tenggara. (WOL Photo)

KUTACANE, Waspada.co.id – BEI (Bursa Efek Indonesia)  yang dikenal dengan IDX, mulai mengembangkan sayap bisnisnya hingga ke daerah-daerah. Khususnya yang selama ini tidak punya akses sama sekali terhadap lapangan usaha dan bisnis dalam pengelolaan saham dan investasi.

Di mana, rumor yang berhembus terkait pengelolaan saham selama hanya identik dengan masyarakat Metropolitan.

Hal tersebut dijelaskan Annara Desky kepada Waspada.co.id, Kamis (26/4). Dalam hal ini, dirinya selaku penghubung antara BEI dan Pemkab Aceh Tenggara. “Agar masyarakat Agara dapat terbuka hati dan pikiran untuk mencoba peluang bisnis baru, dengan bermain saham di pasar modal,” jelas Nara.

Adapun acara sosialisasi ‘Edukasi Publik’ yang diselenggarakan untuk pertama kalinya di Kabupaten  Aceh Tenggara, ‘Negeri Sepakat Segenep’ tersebut bertempat di Off Room Pemda Agara. Acara itu dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia untuk Aceh Tashrif Muhardi, Mewakili Pemda Agara dan Ormas dr. Vandi Sikel, Dandim Aceh Tenggara Letkol Kav Jhoni Hariadi SE, Stafsus bidang Ekonomi Agara, Camat dan seluruh SKPK Agara, serta penggiat LSM Aceh Tenggara.

Kepala Bursa Efek Indonesia Perwakilan Aceh, Tashrif Muhardi kepada Waspada.co.id, mengatakan sebaiknya generasi muda dan pengusaha di Agara dapat memahami bahwa Investasi di Pasar Modal  melalui Bursa Efek Indonesia itu adalah sebuah bisnis yang halal. “Dan sesuai dengan fatwa dari Majelis Ulama Indonesia,” jelasnya.

Advertisement

Dia mengatakan, penanaman modal melalui investasi di BEI merupakan sebuah peluang usaha, dalam hal ini baik pemuda, masyarakat atau pun mahasiswa dapat melakukan investasi atau menanam modalnya. “Masyarakat dapat berinvestasi melalui sejumlah perusahaan yang sudah bekerjasama dengan BEI selaku pihak yang sudah disahkan secara undang-undang untuk memfasilitasi masyarakat,” sebutnya.

“Saat ini BEI sudah menyediakan sejumlah perusahaan yang bisa dibeli masyarakat sahamnya. Lebih dari 560 perusahaan dari berbagai bidang usaha di Indonesia, siap untuk dipilih sebagai tempat untuk menanamkan modal,” jelas Tashrif.

Khusus untuk Provinsi Aceh, BEI sudah melakukan kerja sama dengan sejumlah universitas yang ada di Aceh, di mana univetsitas  tersebut dimanfaatkan sebagai edukasi ‘Galeri Investasi’ dari BEI.

“Galeri Investasi adalah tempat di mana masyarakat dapat memperoleh informasi yang tepat dan akurat mengenai apa itu investasi di Bursa Efek Indonesia. Artinya semua informasi dapat diperoleh masyarakat di Galeri Edukasi BEI yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

Saat ini ada 10 Galeri Investasi di universitas yang ada di Provinsi  Aceh, antara lain; Galeri Investasi Unsyiah Banda Aceh, Galeri Investasi Jabal Ghafur, Galeri Investasi  IAI Al Muslim, Galeri Investasi Muhammadiyah Aceh, Galeri Investasi IAIN Lhokseumawe, Galeri Investasi Unimal Langsa, Galeri Investasib IAIN Langsa, Galeri Investasi Universitas  Gajah Putih Takengon, Galeri Investasi UTU Meulaboh, Galeri Investasi STAI Tapak Tuan dan Galeri Investasi Universitas Gunung Leuser, Aceh Tenggara. (wol/bus/data1)

Editor: M Agus Utama