50 Persen Pendapatan Warga Pesisir Disumbang Dari Kerajinan Anyaman

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Kerajinan anyaman menjadi sebuah komoditi yang mampu memberikan sumbangsih pada pendapatan masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin. Hal ini terungkapkan di sela-sela kegiatan Focus Grup Discusion (FGD) dan Pelatihan Manajemen Administrasi Keuangangan UMKM pengerajin anyaman pandan dengan ciri khas Melayu Pesisir.

Anyaman pandan yang selama ini dipandang sebagai kegiatan sampingan para ibu rumah tangga, remaja putri dan janda ternyata memberikan kontribusi besar pada perekonomian masyarakat pesisir yang selama ini didominasi oleh sektor perikanan dan pertanian.

“Hal ini yang menjadi stressing point tersendiri dari LPM Unimed, tidak hanya berorientasi pada income masyarakat tetapi juga pelestarian produk khas Melayu yang akan didorong menjadi produk unggulan daerah di Kabupaten Sergai,” ujar Direktur Executive Pusat Studi Pendampingan Rakyat (Puspera) Sumatera Utara, Irfandi, melalui rilis yang diterima Waspada Online di Medan, Sabtu (21/4).

UMKMKepala Desa Pantai Cermin Kiri, M Elizar, mengungkapkan bahwa sebahagian besar masyarakat di pesisir merupakan para pengerajin anyaman pandan. Karena produk tersebut merupakan produk yang dikerjakan turun-temurun oleh masyarakat Pantai Cermin.

“70 persen masyarakat di sini merupakan pengerajin produk anyaman pandan. Akan tetapi untuk saat ini generasi muda sudah mulai meninggalkan tradisi tersebut. Maka dengan adanya kegiatan ini kita optimis bahwa produk khas puak Melayu akan bangkit dan dikenal di perbagai negara. Sehingga menjadi produk unggulan daerah khas masyarakat pesisir akan terwujud dengan pendampingan dari Unimed,” ungkap tokoh putra daerah Kampong Pantai Cermin ini.

Advertisement

Menanggapi hal tersebut Sekertaris LPM Unimed, Mukti Hamjah, mengungkapkan bahwa program pengabdian Masyarakat Unimed ini merupakan kegiatan Dosen Unimed bersama mahasiswa untuk mengembangkan potensi-potensi daerah. Kegiatan ini merupakan program kegiatan multi tahun yang kompetisinya dilaksanakan secara nasional oleh Kementerian Ristek Dikti.

Agenda pengembangan kualitas dan kuantitas produk dengan memberikan pelatihan dan alat teknologi tepat guna,
Selain itu pemasaran secara online dengan membuat website usaha kelompok pengerajin dan website desa hingga pembentukan kelompok untuk pelestarian dan Usaha anyaman khas Melayu.

“Jadi yang dikerjakan Unimed dibuat secara kompeherensip dan simultan, untuk mendorong produk unggulan daerah dalam peningkatan tarap hidup masyarakat pesisir,” imbuh alumnus ITB tersebut.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN