Pasca Digusur, PK5 Pasar Marelan Sementara Dibolehkan Gelar Lapak

WOL Photo
Iklan

MEDAN, WOL – Pasca mendatangi gedung DPRD Medan untuk mengadukan nasibnya, Rabu (21/3), akhirnya pedagang kaki lima (PK5) diperbolehkan berjualan di Pasar Marelan. Di mana sebelumnya mereka digusur oleh Satpol PP Kota Medan pada, Senin (19/3) lalu.

Hal tersebut merupakan keputusan bersama antara pihak PD Pasar dan Komisi C DPRD Medan yang langsung meninjau pasar Marelan tersebut.

Direktur Operasional PD Pasar Kota Medan, Jhonny Anwar, menyebutkan untuk sementara pedagang yang belum mendapatkan lapak terutama yang biasa berjualan di sepanjang Jalan Marelan Raya dan M Basir diperbolehkan untuk berjualan di pelataran parkir Pasar Marelan.

Kebijakan ini, menunggu rampungnya pembangunan Pasar Marelan khususnya meja untuk berjualan yang ada di lantai 2 pasar tersebut. “Untuk sementara, menunggu pembangunan rampung pedagang khususnya PK5 yang dulu berjualan di sepanjang Jalan Marelan Raya dan M Basir boleh berjualan di pelataran parkir yang ada di Pasar Marelan,” katanya.

Jelasnya, sambil menunggu kios dan meja yang berada di lantai 2 rampung, para pedagang diimbau untuk kembali melakukan pendaftaran ulang ke Kepala Pasar Marelan.

iklan

Sementara itu Ketua Komisi C DPRD Medan, Hendra DS, menyambut baik kebijakan PD Pasar yang menampung pedagang yang ditertibkan beberapa waktu lalu. “Seperti rekomendasi kita bahwa pedagang yang ada di Pasar Marelan harus diakomodir untuk masuk dan berjualan di Pasar Marelan,” katanya yang diamini Wakil Ketua Komisi C, Mulia Asri Rambe dan Beston Sinaga yang ikut dalam peninjauan tersebut.

Dalam kesempatan itu Mulia Asri Rambe mengatakan agar pedagang yang berdagang di sepanjang Jalan Marelan Raya dan Jalan M Basir yang ditertibkan oleh Satpol PP dan PD Pasar agar untuk sementara menempati areal parkir yang ada di Pasar Marelan.

“Bapak-bapak dan Ibu para pedagang sesuai kesepakatan tadi dengan PD Pasar, untuk sementara dapat berjualan di areal parkir yang ada di pasar ini. Sambil menunggu pembangunan lapak di pasar ini rampung,” katanya yang disambut gembira para pedagang.

Senada dengan itu anggota Komisi C lainnya, Dame Dumasari Hutagalung, meminta kepada PD Pasar untuk mengakomodir seluruh pedagang yang merupakan pedagang di Pasar Marelan.

“Harusnya yang 791 pedagang itu yang diutamakan biar tidak lagi ada kisruh di Pasar Marelan,” pintanya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan