DPRD: Biaya Pembangunan Pedestrian Rp100 Miliar Mubazir

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Medan, Ilhamsyah. (WOL Photo/M. Rizki)
Iklan

MEDAN, WOL – Anggota Komisi D DPRD Medan, Ilhamsyah SH, menilai Pemko Medan tidak memiliki konsep matang dalam hal membangun fasilitas umum seperti pedestrian yang penganggarannya sebesar Rp100 miliar diambil dari APBD tahun 2017.

Pasalnya masih banyak terdapat pohon besar di lokasi pembangunan. Dan lebih parahnya lagi, pedestrian tersebut terdapat papan reklame hingga pengalihan fungsi sebagai lokasi parkir dan lapak berjualan pedagang kaki lima (PK5).

Dikatakan, anggaran miliaran yang diambil dari tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perhubungan serta Dinas Kebersihan dan Pertamanan terkesan mubazir.

“Angka yang digunakan itu tidak sedikit. Kalau kondisinya tidak berubah dan malah seperti semula, mubazirlah namanya itu,” ketusnya, Senin (19/2).

Sekaitan masih banyaknya kendaraan bermotor yang parkir di jalur pedestrian itu, politisi Golkar ini menyebut Dinas Perhubungan Kota Medan masih lemah melakukan pengawasan terhadap parkir kendaraan bermotor di kawasan pedestrian. Pasalnya, masih banyak kendaraan yang terparkir di kawasan tersebut, diperuntukkan untuk pejalan kaki tersebut.

iklan

Padahal, kata Ilhamsyah, Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, sudah berulangkali mengingatkan dan meminta kawasan pendestrian tidak boleh dialihfungsikan menjadi tempat berjualan dan parkir kendaraan. Namun, tetap saja belum diindahkan. Salah satu contoh di Jalan Balai Kota, tepatnya di depan Merdeka Walk. Di mana, pada malam hari banyak kendaraan terparkir di kawasan tersebut.

Anehnya, di kawasan itu sudah terpasang rambu larangan parkir. Apabila dibiarkan terus menerus bukan tidak mungkin kawasan itu kembali menjadi lokasi parkir.

“Dishub harus tegas dalam penindakan penggunaan parkir di pedestiran, bukan hanya mengejar target parkir yang dari tahun ke tahun tak pernah tercapai tapi juga harus patuh pada ketertiban dan hak pejalan kaki,” pungkasnya.

Menjawab kritikan itu Kadis Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat, mengatakan pihaknya sudah melakukan pengawasan. Akan tetapi tidak mungkin dilakukan selama 24 jam. “Sudah dilakukan pengawasan. Tapi, kan tidak mungkin 24 jam kami awasi,” kilahnya.

Renward juga mengakui ada beberapa kendaraan yang mencoba untuk parkir di pedestrian kawasan Merdeka Walk. Tapi, itupun sudah diberi tindakan tegas berupa penggembosan.

“Sekitar dua hari lalu juga ada kami gembosin yang parkir di situ. Tapi, tidak mungkin kami awasi terus menerus. Jadi, begitu nampak langsung kami tindak,” tukasnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan