Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk Dua Kali Mangkir Panggilan Kejatisu

foto: Istimewa

MEDAN, WOL – Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) Sumanggar Siagian mengatakan siap memanggil Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk setelah beberapa kali mangkir sebagai saksi dalam kasus korupsi peningkatan jalan hotmix menjadi rigid beton.

Dikatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi untuk mengahadirkan Syarfi yang sebelumnya sudah dua kali tidak memenuhi panggilan Kejatisu. Menurut Sumanggar, Wali Kota Sibolga tersebut selalu beralasan dengan padatnya jadwal agenda kerja.

“Jadi kalau untuk Wali Kota dia berstatus sebagai saksi. Kita terus kordinasi untuk memanggilnya, namun selalu berasalan banyak kegiatan-kegiatan,” ungkapnya kepada Waspada Online, Senin (15/1).

Sementara itu, saat disinggung upaya Kejatisu jika Syarfi tidak memenuhi panggilan untuk kali ketiga, Sumanggar hanya mengungkapkan tidak ingin berandai-andai. “Enggak. Kita jangan berandai-andai, soalnya ini kepastian hukum. Kita harus memanggil dia, karena kita sudah jelas arahnya ke dia untuk dijadikan sebagai saksi,” ujarnya.

Sebelumnya, Kejatisu juga telah mengimbau Syarfi untuk berlaku kooperaktif sebagai saksi untuk tersangka SN, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Advertisement

Selanjutnya, Kejatisu juga telah menetapkan sedikit sepuluh orang tersangka yang terlibat dalam korupsi peningkatan jalan hotmix menjadi rigid beton senilai Rp65 miliar Tahun Anggaran 2015.

10 tersangka tersebut yakni, JT selaku Direktur PT Barus Raya Putra Sejati, IM selaku Direktur PT Enim Resco Utama, YS selaki Direktur PT Suakarsa Tunggal, dan PFS selaku Direktur PT Arsifa.

Kemudian MW selaku Direktur PT Andhika Putra Perdana, EDH selaku Direktur PT Gamos Multi Generalle, HS selaku Direktur PT Bukit Zaitun, GS selaku Direktur PT Andhika Putra Perdana, HS selaku Wakil Direktur CV Pandan Indah, dan BS selaku Direktur VIII CV Pandan. (wol/iam)

Editor: Agus Utama