Menteri Baru Jokowi Diminta Lapor Harta Kekayaan

foto: republika
Iklan

JAKARTA, WOL– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta empat pejabat baru yang dilantik Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mengisi sejumlah posisi di pemerintahan, segera melaporkan harta kekayaannyanya. Harta kekayaan mereka nantinya tertuang dalam Laporan Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Mereka yang baru dilantik adalah Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Yuyu Sutisna, Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko, Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham, dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar.

“Seluruh penyelenggaran negara yang baru menduduki jabatan baru wajib melaporkan kekayaannya melalui LHKPN,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkat, Rabu (17/1).

Pelaporan harta kekayaan pejabat negara diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi, Dan Nepotisme.

Febri melanjutkan, bila para pejabat baru itu sudah pernah melaporkan harta kekayaannya, maka mereka akan mengisi lembar pembaruan total hartanya saat ini. “Jika ada keraguan tentang proses dan kelengkapan, tim LHKPN di bidang pencegahan KPK dapat membantu menjelaskan lebih lanjut,” tuturnya.

iklan

Menurut Febri, pelaporan harta kekayaan penting dilakukan para pejabat negara sebagai bentuk transparansi pada masyarakat luas. KPK meminta, agar para pejabat juga mengisi LHKPN sesuai dengan harta yang dimilikinya.

“Pelaporan LHKPN ini penting dilakukan sebagai bentuk transparansi pejabat pada publik,” tuturnya.

Dari keempat pejabat baru pemerintahan itu, Agum dan Idrus yang tercatat paling lama belum melaporkan kembali LHKPN. Agum tercatat terakhir melaporkan hartanya pada 25 Februari 2008 selaku mantan menteri. Harta Agum ketika itu tercatat sejumlah Rp26,8 miliar.

Sementara itu, Idrus terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 29 Desember 2009 saat baru menjadi anggota DPR 2009-2014. Saat itu, sebagai anggota DPR, Idrus memiliki harta sebesar Rp9,5 miliar dan US$40.000.

Iklan