Kasus Kekerasan Pada Anak Menduduki Urutan ke-3 di Kejari Medan

ilustrasi

MEDAN, WOL – Dalam kurun selama tahun 2017 lalu, sedikitnya Kejakasaan Negeri (Kejari) Medan telah melimpahkan sejumlah 80 perkara kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur ke Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Berdasarkan data yang diperoleh, adapun posisi pertama ditempati oleh kasus narkotika sejumlah 1232 perkara. Selanjutnya diurutan kedua ditempati kasus orang dan harta benda sebanyak 1047 perkara serta posisi keempat kasus judi sejumlah 218 perkara.

“Selama 2017 kasus perkara seksual anak yang dilimpahkan penuntut umum Kejari Medan ke Pengadilan mencapai 80 kasus perkara. Posisi pertama kasus narkotika dan kedua kasus orang dan harta benda, serta keempat kasus judi ya,” ungkap Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Medan, Paradah Situmorang, Jumat (26/1/).

“Kekerasan pada anak ini cukup tinggi ya karena meningkat usia korbannya dari 7 sampai 17 tahun,” sambungnya.

Selain itu, dia juga menyebutkan rincian tentang perkara yang masuk kepenuntutan di Seksi Pidana Umum, sejumlah 3055 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan (SPDP) yang ditindaklanjuti dengan pemberkasan sebanyak 2455 perkara.

Advertisement

“Sedangkan kasus yang dinyatakan lengkap atau P21 ada 2450 perkara yang dilanjutkan ke persidangan sebanyak 3078 perkara. kenapa perkara yang terus lebih banyak dari SPDP yang diterima? karena masih ada termasuk perkara di tahun 2016,” sebutnya.

Ditambahkan, selama tahun 2017, Kejari Medan telah menerima putusan hukuman mati sebanyak enam orang dan hukuman seumur hidup sebanyak sembilan orang. Kendati, putusan tersebut masih berjalan pada tahap banding di Pengadilan Tinggi Medan dan tahap kasasi di Mahkamah Agung (MA).(wol/iam)

Editor: SASTROY BANGUN