Jangan Sampai Plt Gubernur Cederai Semboyan Kepolisian

Istimewa
Iklan

JAKARTA, WOL – Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil berharap cita-cita Kapolri Jenderal Tito Karnavian yakni Polisi Promoter tidak dirusak dengan dua jenderal Polri yang diusulkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Barat dan Sumatra Utara.

“Jangan sampai penunjukan ini mencederai semboyan kepolisian yang digagas oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, yaitu profesional, modern dan terpercaya (promoter),” kata Nasir, Jumat (26/1) malam.

Anggota Fraksi PKS ini mempertanyakan apakah penunjukan Irjen M Iriawan sebagai Plt Gubernur Jawa Barat dan Irjen Martuani Sormin itu sudah menunjukkan bahwa polisi profesional, modern dan terpercaya.

“Seharusnya sikap polisi itu kan netral, polisi itu tidak boleh memilih begitu juga tentara tidak boleh memilih. Nanti kedepan takutnya Plt itu tentara aktif,” ujarnya.

Menurut dia, sekarang era Tito Karnavian kan bagaimana meningkatkan profesionalisme kepolisian di bidang tugasnya bukan profesional dalam pemerintahan.

iklan

“Modern dalam menjalankan tugasnya, terpercaya dalam tugasnya bukan di lapangan pemerintahan. Di lapangan pemerintahan sudah ada orang lain, sudah ada pejabat lain. Jangan kemudian lahan orang lain diambil,” jelas dia.

Di samping itu, Nasir mengaku khawatir kebijakan tersebut blunder dan akan menciderai profesionalisme kepolisian, modernitas dan keinginan untuk mengembalikan kepercayaan publik kepada polisi.

Untuk diketahui, dua jenderal perwira tinggi Polri yakni Asisten Operasi Kapolri, Irjen M Iriawan dan Kepala Divisi Propam Polri Irjen Martuani Sormin ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Barat dan Gubernur Sumatra Utara.

Karena, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dan Gubernur Sumatra Utara Tengku Erry Nuradi akan berakhir masa jabatannya pada tahun 2018. Sedangkan, dua provinsi tersebut juga akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada bulan Juni 2018. (inilah/ags/data1)

Iklan