DPRD Desak Pemko Putuskan Kontrak PT Budi Mangun KSO

WOL Photo
Iklan

MEDAN, WOL – Tak kunjung selesainya pengerjaan Pasar Kampung Lalang membuat Ketua Komisi C DPRD Medan, Hendra DS, angkat bicara. Ia pun mendesak Pemko Medan agar memutuskan kontrak dengan PT Budi Mangun KSO selaku pemegang proyek revitalisasi pasar tradisional.

Sebab, berdasarkan laporan pedagang hingga 30 hari evaluasi tahap pertama sejak habis kontrak kerja tahun anggaran pada 22 Desember 2017 lalu, pengerjaan belum mencapai 30 persen sesuai kesepakatan bersama.

“Kita minta Pemko dalam hal ini Dinas PKP2R Medan tegas kepada PT Budi Mangun KSO. Jika tidak sesuai dan melanggar perjanjian yang sudah dibuat putuskan saja kontraknya, biar pedagang tak menunggu lama,” tegasnya, Rabu (24/1).

Disinggung apakah pihaknya akan memanggil kembali pihak PT Budi Mangun KSO, politisi Hanura itu menyebutkan bahwa terkait evaluasi sudah diserahkan kepada Kepala Dinas PKP2R Medan, Syamporno Pohan.

“Evaluasi sudah kita serahkan ke Kadis PKP2R, Syampurno Pohan, dan tentunya kita akan koordinasi dulu sejauh mana hasil evaluasi mereka,” pungkasnya.

iklan

Sementara Pedagang Kampung Lalang Erwina Pinem mengaku sangat kecewa dengan hasil kerja yang dilakukan oleh PT Budi Mangun KSO. Di mana, berdasarkan amatan pedagang proyek itu jalan di tempat.

“Padahal, berdasarkan kesepakatan rapat dengar pendapat tempo hari disepakati kalau pada tahap pertama evaluasi pembangunan yakni 30 hari kerja, pengerjaan harus mencapai 30 persen. Tapi sampai sekarang pengerjaannya baru memasang tiang-tiang pondasi,” keluhnya.

Untuk itu, para pedagang Pemko Medan untuk segera memutuskan kontrak dengan PT Budi Mangun KSO. “Bakal gini- gini saja itu, sudah putuskan saja kontraknya. Capek kami terus menunggu,” ketusnya.(wol/mrz)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan