Banjir Meluas, Personel RAPI Hingga Regu Penyelamat Evakuasi Warga

(Istimewa)
Iklan

LHOKSUKON, WOL – Hujan mengguyur lebat dataran tinggi Gayo di Kabupaten Bener Meriah dan wilayah lokal di Kabupaten Aceh Utara, setelah sebelumnya pihak BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrim dampak dari fenomena atau Supermoon sejak 01 Januari 2018. Dan, hujan pun turun dengan lebat, gelombang tinggi di beberapa pesisir wilayah Aceh turut berperan.

foto: Ist
foto: Ist

Waktu itu Rabu (3/1) sore, hujan lebat masih saja mengguyur setelah malam sebelumnya banjir mulai melanda Matangkuli dan Pirak Timu. Sempat surut, namun kekhawatiran masyarakat tambah terasa. Beberapa personel Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Utara bergerak ke beberapa titik kawasan DAS, seperti memantau setiap menit kondisi debit air di sungai Kreutoe Pante Bahagia, Kecamatan Payabakong.

Menggunakan Radio Komunikasi Handy Talkie, sesama personel RAPI mengabarkan tiap menit kondisi debit air sungai Kreutoe di Pante Bahagia yang mulai meninggi. Informasi itupun diteruskan kepada masyarakat dan direspone Posko Bencana Alam di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara. Masyarakat diminta jangan panik, namun tetap waspada dan siaga.

Jarum jam terus berputar dan sore mulai berganti malam, hujan lebat masih saja mengguyur. Kekhawatiran masyarakat ‘pecah’, terlebih lagi beredarnya video singkat dan foto-foto kondisi debit air di sungai Pante Bahagia. Dalam foto dan video yang beredar itu, tampak air bah yang sangat tinggi mengalir deras menuju beberapa anak sungai. Bukan ‘hoax’, video dan foto tersebut benar nyata.

Personel RAPI terus melakukan pemantauan, bersinergi bersama personel SAR/BPBD. Berbagai laporan update terkini banjir semakin sibuk di frekuensi yang menggunakan jalur Repeater BPBD Aceh Utara, sesama personel RAPI dan SAR/BPBD saling menyampaikan informasi terkini air bah yang mengalir begitu deras.

iklan

Tanpa waktu lama, Rabu malam jelang tengah malam yang akan berganti pada Kamis dinihari, air bah tiba di beberapa anak sungai seperti di sungai Pirak, Matangkuli, Kreutoe dan Peutoe di Lhoksukon, bahkan termasuk sungai ‘Krueng’ Pasee di Kecamatan Samudera. Air bah dengan dahsyatnya mengambil bagian yang rendah untuk dikuasainya, dalam waktu singkat puluhan desa terendam.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara, Munawar Ibrahim, menyebutkan banjir merendam Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu, Lhoksukon, Samudera, Tanah Luas, dan Langkahan.

“Ketinggian air bervariasi, mulai 30 centimeter hingga 1,5 meter dan bahkan ada yang dua meter untuk titik dataran terendah. Personel sudah dikerahkan untuk evakuasi, turut dibantu personel RAPI dan TNI/Polri,” sebutnya saat ditemui Waspada Online, Kamis (4/1).

Kesibukan regu penyelamat terus berlangsung untuk mengevakuasi warga yang sakit dan terjebak banjir. Menggunakan perahu karet bermesin, tim gabungan menerobos titik terdalam banjir mengevakuasi Rusli (58), warga Desa Alue Thoe, Kecamatan Matangkuli, yang mengalami sakit sesak nafas. Ia berhasil dievakuasi ke Ambulance yang sudah menunggu di depat Kantor UPTD Matangkuli, dan langsung dirujuk ke RSUD Cut Meutia Buket Rata Lhokseumawe.

Personel Polres Aceh Utara juga tampak sibuk, mengatur lalulintas yang aksesnya direndam banjir hingga mendirikan posko, bahkan Kapolresnya sendiri yaitu AKBP. Ir. Untung Sangaji turun langsung dan basah-basah terobos titik banjir demi mencapai ke pemukiman warga untuk membagikan sejumlah bantuan logistik dan tenaga.

“Kita bantu warga yang sedang dilanda banjir, saya manfaatkan Jetzski untuk terobos banjir agar bisa mencapai pemukiman warga yang direndam banjir,” ujar Untung Sangaji.

Dari pihak TNI, Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Kav Fadjar Wahyudi Broto, mengatakan dirinya telah perintahkan para Babinsa di masing-masing Koramil untuk memantau perkembangan banjir dan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi.

“Babinsa saya perintahkan untuk tetap siaga di masing-masing Koramil dalam mengantisipasi banjir, serta membantu warga yang dilanda banjir,” ujar Dandim.

Update perkembangan banjir terus disampaikan tim gabungan, kali ini laporan banjir telah surut. “Sebagian titik yang dilanda banjir mulai surut, malah sudah ada yang kering. Yang namun banjir dari Matangkuli dan Pirak Timu meluas ke desa lain yang ada di Kecamatan Lhoksukon, tapi ketinggian air tidak begitu parah. Pada intinya kami terus memantau perkembangan di lapangan,” kata Munawar Ibrahim, Jum’at (5/1). (wol/chai)

Editor: Agus Utama

Iklan