Banjir Aceh Utara Hingga ke Desa-desa Dataran Rendah

WOL Photo/Chairul Sya'ban
Iklan

LHOKSUKON, WOL – Bencana banjir hingga Kamis sore (4/1), masih merendam sejumlah desa di beberapa Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Munawar Ibrahim, menyebutkan banjir terus meluas ke desa-desa dataran rendah.

“Sebagian titik banjirnya mulai surut, yang namun meluas ke desa-desa lain yang dataran rendah seperti ke Lhoksukon dan Kecamatan Lapang. Kami terus melakukan pemantauan perkembangan selanjutnya di lokasi banjir dengan mengerahkan boat karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir,” ujar Munawar ditemui di ruang kerjanya.

Disebutkan, banjir yang melanda sejak Rabu (3/1) kemarin merendam beberapa desa di Kecamatan Matangkuli, Pirak Timur, Tanah Luas, Paya Bakong, Samudera, Lhoksukon, dan Langkahan. Ketinggian air juga bervariasi, mulai dari 30 cm hingga 1,5 meter. Banjir disebabkan curah hujan yang cukup tinggi di Aceh Utara dan dataran tinggi gayo di Kabupaten Bener Meriah.

Sementara itu sebagai bentuk antisipasi banjir, warga di Desa Blang Lhoksukon bersama TNI setempat menimbun tanggul sungai di desa itu yang sejak Kamis pagi mulai dilewati debit air sungai. Cara penimbunan dilakukan dengan cara manual, yaitu dengan cara mengisikan tanah timbun ke karung dan kemudian diletakkan diatas badan tanggul yang mulai dilewati debit air.

Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Kav Fadjar Wahyudi Broto melalui Babinsa Makoramil 08/Lhoksukon, Sertu Kohar, mengatakan sejak Kamis pagi sekira pukul 08:00 debit air sungai terus bertambah dan sempat melewati badan tanggul. Warga yang khawatir kemudian memberitahukan TNI bersama Geuchik setempat, Iskandar.

iklan

“Sejak pagi tadi airnya mulai lewati badan tanggul, kemudian warga memberitahukan TNI setempat dan Geuchik (kepala desa). Lalu kami pihak TNI bersama Pak Geuchik dan warga menggelar gotong royong untuk menanggulangi luapan air sungai Peutoe ini,” ujar Sertu Kohar didampingi Geuchik Desa Blang, Iskandar.

Sementara itu Geuchik Desa Blang, Iskandar, mengatakan pihaknya telah berusaha untuk menanggulangi dengan harapan debit air Sungai Peutoe tidak lagi meluap atau melewati badan tanggul.

“Ya ini kami gotong royong dengan cara mengisikan tanah kedalam karung, hal ini adalah penanggulangan yang kita lakukan mencegah luapan debit air Krueng Peutoe yang hingga Kamis sore ini masih terus bertambah,” tukas Iskandar. (wol/chai)

Editor: Agus Utama

Iklan