ATDS Ingin Pilkada Berlangsung Aman dan Damai

WOL Photo
Iklan

MEDAN, WOL – Advokasi Teman Djarot-Sihar (ATDS) inginkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumut 2018 berlangsung aman, damai tanpa adanya sentimen SARA. Hal ini mengingat bahwa Sumut memiliki keberagaman mulai dari Suku, Agama, dan Ras.

Ketua Umum ATDS, Lamsiang Sitompul SH MH, mengatakan agar pasangan calon menghindari eksploitasi isu SARA dalam materi kampanye atau sosialisasi.  Menurutnya, Sumut selama ini selalu kondusif dalam melaksanakan pesta demokrasi.

“Jangan sampai ternoda dalam pesta demokrasi Pemilihan Calon Gubernur Sumut, pasangan calon dari Tim Pemenangan dan semua pendukung diharapkan lebih mengutamakan program-program atau visi-misi untuk kemajuan Sumatera Utara ke depan,” ungkapnya, Jumat (19/1).

Lebih lanjut, menurutnya siapa pun nantinya Gurbernur yang terpilih jauh dari permasalahan korupsi yang selama ini dialami kepala daerah Sumut dan Kota Medan. Hal itu didasari dengan keterlibatan pemimpin terdahulu dan Sumut merupakan provinsi terkorup di Indonesia.

“Permasalahan utama Sumut adalah  provinsi terkorup di Indonesia, begitu juga dengan Kota Medan yang juga mendapat predikat terkorup, bahkan masyarakat memiliki jargon kepanjangan Sumut adalah semua urusan mesti uang tunai. Itulah tantangan pemerintah selanjutnya, kiranya Gubernur yang baru diharapakan dapat membersihkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dari perbuatan-perbuatan korupsi,” ujarnya.

iklan

Ditambahkan, ATDS menilai sosok yang tepat untuk memimpin Sumut dalam mewujudkan Sumut yang bersih transparan dan bebas korupsi adalah pasangan Djarot-Sihar.

Lamsiang juga menuturkan ATDS adalah tim advokat yang beranggotakan lebih dari 200 orang dari berbagai organisasi advokat. Dalam hal ini dia menyatakan sebagai wujud terpanggil memberikan bantuan hukum Tim Djarot-Sihar yang akan timbul di pelaksanaan Pilkada Sumut.

“Berharap agar dalam pelaksanaan Pilgubsu ini, senantiasa berpedoman kepada hukum dan aturan yang sudah ada. Kepada kepolisian atau Satgas Anti SARA agar proaktif menindak dan mengantisipasi pelanggaran pidana yang berkaitan dengan Pilkada, begitu juga dengan Pilkada Sumut/Kabupaten dan kota dan Bawaslu Sumut, agar benar-benar melaksanakan tugasnya dengan sebaik-sebaiknya,” ujarnya.

Adapun Tim ATDS ini terdiri dari unsur-unsur penasehat yang diketuai oleh Prof DR Maidin Gultom SH Mhum, dan beberapa Doktor Ilmu Hukum lainnya, antara lain DR Janpatar Simamora SHMH, dan Lundu Panjaitan SH MH, (salah satu tokoh masyarakat) dan, Sekretaris Iskandar SE SH.(wol/iam/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan