Warga Medan Tuding MDSC Monopoli Pengurusan SIM

WOL Photo/muhammad rizki
Iklan

MEDAN, WOL – Warga Kecamatan Medan Tembung keluhkan mahal dan sulitnya mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM C) di Kota Medan. Parahnya lagi, syarat untuk mendapatkan SIM harus memiliki sertifikat yang dimonopoli salah satu lembaga yakni Medan Safety Driver Centre (MSDC).

“SIM itu sangat penting bagi kami. Ibarat cangkul bagi petani, seperti itulah SIM itu untuk kami mencari makan terutama supir angkutan umum. Apa jadinya jika mendapatkan SIM saja susah. Kami minta supaya ketentuan ini dikaji ulang,” ungkap Fatner Sibarani saat mengikuti Reses III 2017 anggota DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, di Jalan Padang/Jalan Tirtosari Lingkungan 7 Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Selasa (4/12).

Dikatakan, kalau memang untuk mendapatkan SIM harus memiliki sertifikat, diharapkan lembaga latihan mengemudi supaya jangan dimonopoli MSDC. Kiranya instansi pemerintah seperti Dinas Perhubungan dapat membuka pelatihan mendapatkan SIM.

“Kami juga perlu kompetensi pelatihan saat mengurus SIM perdana. Tapi jangan pula dipersulit dan bayar mahal. Kesannya hanya membeli sertifikat. Seharusnya masa berlaku SIM tidak dibatasi atau kiranya seumur hidup. Karena untuk mengurus SIM sangat memberatkan warga harus berulang-ulang. Masyarakat sudah miskin dan malah dimiskinkan lagi,” ketusnya.

Masalah lain juga disampaikan Fatner Sibarani yakni terkait maraknya peredaran narkoba di Medan Tembung. Fatner menuding pemberantasan narkoba dinilai hanya akal-akalan karena kurir dan pemakai selalu tangkap lepas.

iklan

“Tolong pak dewan, saat ini pemakai narkoba cukup banyak. Bahkan pengedar narkoba sudah melayani narkoba ditukar dengan ayam. Akibat narkoba marak pencurian, rumah dibongkar, botot habis, orang tua diancam karena sudah dimabuki narkoba,” ujarnya.

Sementara itu warga lainnya Boru Napitupulu, menyampaikan terkait drainase Jalan Tirtosari Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung. Jika hujan turun, sudah seperti danau. Parit tidak berfungsi dengan baik. Kiranya kondisi ini perlu dibenahi.

Menyikapi keluhan warga anggota DPRD Medan asal dapil IV dari Partai PDIP ini, Paul Mei Anton Simanjuntak, merasa prihatin. Untuk itu selanjutnya Paul mengajak masyarakat supaya saling komunikasi mencari solusi. Terkait narkoba, Paul mendorong warga supaya melaporkan ke pihak polisi dan pemerintah segala aktivitas pemakai narkoba.

“Seluruh keluhan masyarakat akan saya sampaikan ke Pemko Medan melalui Paripurna DPRD Medan. Dengan harapan dapat ditindaklanjuti dengan skala prioritas,” jelasnya seraya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi polisi kita yang sudah disediakan Poldasu berserta jajarannya.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan