Pimpinan KPK Kecewa PK OC Kaligis Dikabulkan MA

Foto: Heru Haryono/Okezone)
Iklan
agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menyatakan, kecewa terkait putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan peninjauan kembali (PK) Otto Cornelis Kaligis.

“Pertama, KPK tentu kecewa apalagi kalau kita berbica tentang efek jera dalam pemberantasan korupsi,” kata Syarif saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (22/12/2017).

Namun, kata dia, sebagai lembaga penegak hukum KPK tetap menghormati putusan tersebut. “Ke depan kami harap ada fokus dan komitmen yang lebih kuat dari pengadilan untuk pemberantasan korupsi,” katanya.

Terutama, kata dia, hukuman yang maksimal baik pidana penjara atau pun bentuk hukuman lain seperti denda, uang pengganti, atau hukuman tambahan lain.

iklan

“Karena kita sering dikritik publik tentang efek jera yang lemah karena hukuman yang rendah,” ungkapnya.

Sebelumnya, dalam amar putusannya pada Selasa 19 Desember dengan nomor perkara 176 PK/Pid.Sus/2017, MA memutuskan mengurangi masa penahanan OC Kaligis dari 10 tahun menjadi 7 tahun penjara.

Sementara itu, Juru Bicara MA Suhadi juga membenarkan bahwa lembaganya mengabulkan PK yang diajukan OC Kaligis itu.

“Ya dikabulkan oleh majelisnya tetapi tidak bebas. Dikabulkan diadili kembali, dinyatakan terbukti juga melakukan korupsi. Namun, pidananya 7 tahun dari 10 tahun,” kata Suhadi.

OC Kaligis dinyatakan terbukti menyuap Tripeni Irianto Putro selaku ketua majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan sebanyak SGD5 ribu dan USD15 ribu serta menyuap anggota majelis hakim Dermawan Ginting dan Amir Fauzi masing-masing USD5 ribu serta Syamsir Yusfan selaku Panitera PTUN Medan sebesar USD2 ribu.

Dengan demikian, yang bersangkutan total memberikan uang suap USD27 ribu dan SGD5 ribu.

Iklan