Pemprovsu Ingin Kerja Sama Mitigasi Berbasis IT Dengan Jepang

foto: WOL Photo

KANTO, WOL – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), H Tengku Erry Nuradi, menyebutkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menginginkan kerja sama mitigasi berbasis Informasi Teknologi (IT) dengan Pemerintah Jepang.

“Kita menginginkan adanya kerja sama mitigasi dengan Pemerintah Jepang dalam waktu dekat,” ucap Erry usai pertemuan studi kebencanaan di kantor Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata (MLIT), Biro Pembangunan Daerah Kanto, Tone River Water System Sabo Office, di bawah kaki Gunung Asama Volcano, 145 km dari Kota Tokyo, Sabtu (2/12).

Gubsu menyebutkan kerja sama ini penting dan harus ditindaklanjuti untuk mengurangi risiko dan dampak yang diakibatkan oleh bencana terhadap masyarakat yang berada pada kawasan rawan bencana.

“Kita sama-sama mengetahui bahwa Jepang dan Sumut merupakan daerah rawan bencana,” tutur Gubsu menambahkan Sumut terdapat gunung berapi yang masih aktif seperti Gunung Sinabung.

“Tidak hanya bencana letusan gunung berapi, Sumut memiliki risiko tinggi untuk terpapar dan terkena bencana alam lainnya seperti banjir, longsor, dan gempa,” ujar Erry.

Advertisement

Erry menjelaskan bahwa seluruh daerah di Jepang yang merupakan titik rawan bencana yang dipantau langsung CCTV dan dikontrol melalui command center. Disebutkan, deteksi dini dengan penerapan teknologi canggih di Jepang ini sebagai upaya mengurangi jumlah korban bencana.

Untuk itu, Pemprov Sumut mengambil sikap dengan memprioritaskan program pengurangan resiko bencana diantaranya penguatan kelembagaan khususnya organisasi perangkat daerah yang mengurus kebencanaan dan pengintegrasian pengurangan risiko ke dalam rencana tata ruang wilayah dan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

“Kami bersama Bupati dan Wali Kota saling ingat-mengingatkan bahwa urusan penanggulangan bencana harus menjadi urusan strategis dan prioritas dalam perencanaan dan anggaran Pemda. Hal itu dalam upaya mengantisipasi dan meminimalisir penderitaan rakyat akibat bencana, juga meminimalisir jatuhnya perekonomian yang telah dibangun berpuluh-puluh tahun,” pungkas Gubsu.

Dalam pertemuan itu, pemerintah Jepang diwakili Deputy Director General Global ICT Strategy Bureau Ministry of Internal Affairs and Comminucations, Yasufumi Tsubaki. Yasufumi  pun menyambut baik kerja sama tersebut nantinya. Gubsu sendiri didampingi Terkelin Brahmana (Bupati Karo), Bakhtiar Ahmad Sibarani (Bupati Tapanuli Tengah), Syahrul Pasaribu (Bupati Tapanuli Selatan), dan Syarfi Hutauruk (Wali Kota Sibolga). (wol/aa/data1)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL