Erry Minta KTNA Terus Berjuang Perkuat Sistem Ketahanan Pangan

WOL Photo
Iklan

MEDAN, WOL – Dalam tiga tahun terakhir ini pembangunan pertanian guna mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Provinsi Sumut menunjukan hasil yang menggembirakan.

Pencapaian tersebut tidak lepas dari konstribusi jajaran Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di setiap tingkatan. Oleh karenanya Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua KTNA Sumut dan seluruh Kabupaten Kota beserta jajarannya.

“Hari ini kami melaksanakan kegiatan konsolidasi dan rapat kerja KTNA sekaligus melantik komisi penyuluhan Sumut dalam rangka memperkuat sistem ketahanan pangan kita. Keberadaan dan eksistensi KTNA di tingkat Provinsi dan Kabupaten Kota sampai tingkat kecamatan akan mampu menjadi nilai tambah dan daya ungkit bagi pemerintah daerah melalui peran sebagai penyuluh swadaya,” ujar Erry saat menghadiri Konsolidasi dan Rapat Kerja (Raker) KTNA se Sumatera Utara di Hotel Garuda Plaza Medan, Jumat (15/12).

“Hal itu dilakukan untuk bersama-sama penyuluh bisa berhasil mendongkrak pembangunan pertanian menuju swasembada pangan berkelanjutan yang bermuara pada peningkatan daya saing dan kesejahteraan petani,” ujar Erry Nuradi

Erry mengatakan, semua sektor dan lini tentu harus diperkuat agar seluruh stakeholder dibidang pertanian bisa kerjasama untuk meningkatkan pertanian, baik tanaman pangan dan hortikultura maupun juga di bidang perikanan dan kelautan sampai juga dipasca panen dan pertenakan.

iklan

Dalam perjalanannya, KTNA di Provinsi Sumut sangat banyak mendorong petani dalam berbagai hal. Termasuk juga memberikan sejumlah prestasi pada kegiatan nasional seperti saat Pekan Nasional (Penas) Petani-Nelayan di Aceh bulan Mei yang lalu.

Berkat kerjasama yang terjalin baik di lapangan, lanjut Erry, telah mampu memberikan hasil-hasli yang menggembirakan pada tiga tahun terakhir. Produksi padi pada tahun 2016 meningkat 13,89% dari tahun 2015 menjadi 4,6 juta ton. Tahun 2017 berdasarkan data ARAM BPS hasil pertemuan di Yogya pada tanggal 25 Oktober 2017 yang lalu juga meningkat menjadi 5,1 juta ton dan menggeser Sumatera Selatan menjadi urutan 5 Nasional.

Demikian juga untuk jagung, produksi tahun 2016 meningkat 2,5% dari tahun 2015 yakni 1.557.441 ton dan tahun 2017 ditargetkan produksi jagung mencapai 1.712.256 ton atau meningkat 9,94%. Melihat produksi jagung yang cukup signifikan tersebut, pada tahun 2018 Gubsu berharap produksi jagung Provinsi Sumut dapat menjadi urutan 3 Nasional.

Iklan