APBD Medan Tahun 2018 Turun 5,15 Persen

Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution (WOL Photo/M. Rizki)

MEDAN, WOL – Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, menyebutkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan tahun anggaran 2018 senilai Rp5,2 triliun lebih. Jumlah tersebut lebih kecil jika dibandingkan tahun anggaran sebelumnya yakni Rp5,5 triliun lebih, atau turun sebanyak 5,15 persen.

Dalam sidang paripurna nota pengantar keuangan Wali Kota tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) tahun 2018 dijelaskan, beberapa waktu lalu telah ditandatangani nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA – PPAS). Dari kesepakatan itu dapat digambarkan bahwa pendapatan daerah tahun 2018 diproyeksikan sebesar Rp5,23 triliun lebih, atau menurun 5,15 persen dibandingkan tahun lalu.

Walaupun terjadi kecenderungan penurunan, namun diyakini proyeksi pendapatan daerah yang direncanakan cukup realistis, baik jenis pendapatan yang diharapkan bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), maupun dari jenis pendapatan daerah lainnya. Terutama dari dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah.

“Kecenderungan penurunan rencana pendapatan daerah di tahun 2018, pada dasarnya lebih disebabkan kecenderungan menurunnya perkiraan alokasi dari dana perimbangan. Yakni menurunnya Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat dan Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak dari pemerintah provinsi,” ungkapnya dalam sidang paripurna menggantikan Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, yang berhalangan hadir, Senin (11/12).

Walaupun APBD tahun 2018 diproyeksikan menurun sebesar Rp284,6 miliar lebih dibanding APBD tahun 2017, menurut Akhyar Pemko Medan tetap merencanakan komposisi dan proporsi belanja pegawai dengan belanja pembangunan yang semakin ideal pada tahun depan.

Advertisement

Hal itu dapat dilihat dari porsi antara belanja langsung dan belanja tidak langsung pada R-APBD tahun 2018, di mana belanja langsung diproyeksikan Rp3,5 triliun lebih (64,73 persen) dan belanja tidak langsung hanya Rp1,9 triliun lebih (35,22 persen).

Selanjutnya, dari sisi pembiayaan, guna menutupi defisit belanja daerah, ditetapkan perkiraan pembiayaan daerah, dengan penerimaan sebesar Rp227, 1 miliar lebih dan pengeluaran Rp15 miliar. ‘’Dengan demikian pembiayaan netto dalam APBD 2018 diproyeksikan Rp212,1 miliar lebih,’’ sambungnya.

“Sedangkan prioritas pembangunan kota pada tahun 2018, tetap diharapkan mampu secara bertahap mengatasi persoalan-persoalan dasar pembangunan. Diantaranya peningkatan dan perbaikan infrastruktur, pembangunan kawasan lingkar luar, peningkatan manajemen lalulintas, sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan serta peningkatan kualitas pelayanan umum lain,” pungkasnya.(wol/mrz)

Editor: SASTROY BANGUN