PTPN IV Kebun Dolok Ilir Kembali Tanam Ulang Kelapa Sawit

foto: istimewa

DOLOK ILIR, WOL – PTPN IV Kebun Dolok Ilir kembali melakukan tanaman ulang kelapa sawit, yang sebelumnya juga sudah dilakukan penanaman perdana pada tahun 2016 lalu, seluas 3.000 hektare.

Penanaman ulang kali ini dilakukan di areal yang berbeda tepatnya di Afdeling III seluas 68 hektare, Afdeling V seluas 91 hektare, Afdeling VII seluas 131 hektare, Selasa (31/10).

Manajer Kebun Dolok Ilir Albert Ginting, mengatakan berita-berita miris tentang Kebun Dolok Ilir harus ditinggalkan, dan ke depan harus mampu melampaui capaian produksi sebesar 224 ton/hari, sehingga Kebun Dolok Ilir mendapat peringkat ke-5 terbaik se-PTPN IV.

“Disamping itu mari kita tingkatkan hubungan komunikasi yang baik terhadap mitra kerja, sehingga transportasi pengangkutan TBS bisa berjalan dengan lancar, dan diharapkan dengan sisa waktu yang hanya tinggal 50 hari kerja pada tahun 2017 ini, mari kita memaksimalkan capaian produksi,” ujar Albert Ginting.

Di bagian lain Albert Ginting, menyebutkan dengan melakukan penanaman ini, diharapkan sebagai cikal bakal selama 25 tahun ke depan untuk menjadikan tanaman kelapa sawit yang prima, yang tegak berdiri serta berseri-seri. “Dan pada akhirnya dapat bersinergi dengan stakeholder guna terjalinnya hubungan silaturahmi yang lebih baik lagi,” Kata Albert Ginting.

Advertisement

Dalam acara  tersebut selain dihadiri langsung Manajer Albert Ginting, juga dihadiri Ketua SP Bun Basis Dolok Ilir Amir Nasution, Kepala Desa Padang Mainu Sucipto, Kasubag Tanaman Muzani, Ketua dan Pengurus IKBI Dolok Ilir serta acara diisi dengan memberikan santunan kepada 30 anak yatim piatu dari nagori sekitar.

Kasubag Tanaman Muzani, mengatakan dalam mengelola tanaman kelapa sawit ini diperlukan semangat kerja. “Kita harus tetap semangat dalam mengelola tanaman kelapa sawit ini,” sebutnya.

Sementara Ketua SP Bu Amir Nasution, mengatakan tanaman ulang di Kebun Dolok Ilir ini sudah memasuki generasi ke-3, dan perlu dilakukan perawatan dengan baik. Pihak SP Bun pada prinsip, siap membantu mengamankan jika ada gangguan dari pihak luar dan pihak dari dalam yang ingin mencoba mengganggu lahan maupun tanaman.

“Kami siap menghadang dan berdiri paling depan untuk mempertahankannya aset perusahaan,”  tegas Amir Nasution.

Kepala Desa Padang Mainu Sucipto mengharapkan untuk lebih terjalinnya tali silaturahmi, antara kebun dan masyarakat atau sebaliknya, kiranya perusahaan dapat melaksanakan program PKBL dan CSR sebagaimana tahun-tahun yang lalu. (wol)
 
Editor: Ridin