Gubsu Berharap Bea Cukai Sumut Tingkatkan Pelayanan

foto: WOL Photo

MEDAN, WOL – Banyaknya keluhan terkait persoalan imigrasi, keamanan, perizinan juga pelayanan di kepabean, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi berharap Bea dan Cukai Sumut dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita harapkan Bea dan Cukai Sumut dapat meningkatkan pelayanan, terutama dalam hal standar operasional yang harus jelas dan transparan. Berapa lama proses yang dibutuhkan, serta berapa besar biaya yang harus dikeluarkan. Ini harus dilakukan secara transparan, sehingga pelayanan publik di Sumut bisa lebih baik,” ucap Erry saat menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah Ditjen Bea dan Cukai Sumut, Oza Olivia, Rabu (1/11).

Lebih lanjut, Erry juga mengharapkan Bea dan Cukai Sumut membuat sistem pelayanan kepada masyarakat seperti call center agar masyarakat mudah melakukan pengaduan terkait pelayanan serta meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait. Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan event jazz beberapa waktu lalu di Medan, musisi dari luar mengaku kesulitan membawa alat-alat musiknya masuk ke Sumut.

“Tentunya ini menjadi kendala bagi kita, dan ini harus kita berikan penjelasan. Belum lagi misalnya nanti kalau digelar event reli internasional, bagaimana nanti terkait izin masuk untuk mobil-mobil balap yang berasal dari luar negeri, tentu aturan-aturannya harus kita jelaskan,” ujar Erry.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Bea dan Cukai Sumut, Oza Olivia, mengatakan kehadiran pihaknya beraudiensi dengan Gubsu bertujuan untuk silahturahim dan meningkatkan kerja sama, apalagi dirinya secara pribadi baru bertugas di Sumut. Dijelaskan, pelayanan bea cukai di Sumut cukup tinggi, terkait pelayanan barang keluar dan masuk serta ekspor dan impor.

Advertisement

“Untuk target bea masuk, cukai dan pajak di Sumut tahun lalu kita sudah melebihi target yakni 103 persen dengan penerimaan negara Rp5,5 triliun. Untuk tahun ini bea masuk dan cukai sudah mencapai Rp1,3 triliun itu belum termasuk pajak, makanya kita yakin tahun ini penerimaan akan lebih tinggi dari tahun kemarin,” ujar Oza.

Dalam kesempatan itu, Oza juga mengharapkan pihaknya bisa bekerja sama dengan pemerintah provinsi terutama dalam  hal pengawasan masuknya barang ilegal seperti narkoba maupun pakaian bekas yang sudah dilarang masuk dari Menteri Perdagangan.

“Di sisi lain, kita juga berharap adanya jalinan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi masuknya rokok maupun minuman beralkohol ilegal, di mana barang tersebut masuk ada kita temukan rokok tanpa pita cukai maupun masuk dengan cukai palsu. Di sinilah, kami berupaya kerja sama agar negara ada penerimaan dan masyarakat terlindungi,” papar Oza.

“Jika ada barang-barang yang sulit masuk terutama dalam hal penyelenggaraan event besar di Sumut, ke depan ini kita harapkan dapat dikoordinasikan kepada kami, sehingga tidak lagi menjadi kendala dan iklim investasi Sumut semakin baik, aturan hukum juga dapat ditegakkan,” ujar Oza.(wol/aa/data1)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL