Wali Kota Koordinasi Dengan Unsur Forkopimda Atasi Begal

Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin (dok. WOL Photo)

MEDAN, WOL – Maraknya begal dalam kurun waktu dua bulan terakhir membuat orang nomor satu di Kota Medan, angkat bicara. Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, mengaku telah berkoordinasi dengan seluruh unsur Forum Koordinasi  Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Medan untuk menyikapi persoalan perampok jalanan (begal, red) yang terjadi di Kota Medan.

“Tindakan para begal belakangan ini, sudah tidak dapat ditolerir lagi. Mereka tidak segan-segan melukai, bahkan menghilangkan nyawa korbannya. Untuk itulah masalah begal ini harus segera diatasi untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” katanya baru-baru ini.

Dikatakan, mengatasi persoalan begal ini tidak bisa dibebankan hanya kepada satu institusi saja yakni kepolisian saja. Itu sebabnya telah dilakukan koordinasi dengan seluruh unsur Forkopimda yang ada di Kota Medan guna mengatasi aksi para begal.

“Yang pasti koordinasi telah kita lakukan untuk menyikapi masalah begal ini. Jajaran kepolisian pun sudah menyatakan sikap untuk menindak tegas para pelaku begal di Kota Medan,” ungkapnya.

Diakuinya, belakangan ini tindakan yang dilakukan para pelaku begal semakin menakutkan dan mencekam warga. Apalagi korban yang dibegal sampai meninggal. Kondisi ini membuat masyarakat saat ini mulai was-was keluar rumah di malam hari. Oleh karenanya tindakan yang dilakukan para begal ini dinilai Wali Kota bukan lagi kriminalitas biasa.

Advertisement

Guna memberikan rasa aman bagi warga dari  begal, Wali Kota pun telah menginstruksikan kepada seluruh camat dan  lurah untuk mengaktifkan sismkaling kembali  dengan melibatkan seluruh  kepala lingkungan yang berjumlah 2001 orang. Wali Kota berharap seluruh lingkungan harus memiliki siskamling untuk mempersempit ruang  gerak pelaku street crime tersebut.

Sementara itu Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, menyebutkan untuk mengatasi begal, saat ini dibutuhkan kebersamaan dari semua pihak, termasuk seluruh lapisan masyarakat. Sebab, tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian yang diketahui terbatas jumlah personelnya.

“Artinya diperlukan kebersamaan, terutama dari seluruh masyarakat. Selama ini street crime terjadi karena sikap apatis kita sehingga para pelaku tindak kejahatan, terutama begal merasa aman dalam melakukan aksinya dimana pun. Apabila melihat seseorang menjadi korban begal, masyarakat cendrung diam dan tidak mau membantu karena merasa bukan dirinya yang menjadi korban, ujarnya.

“Harus ditanamkan kalau ancaman kejahatan terjadi pada seseorang hari ini  bisa menjadi ancaman bagi kita di hari berikutnya. Kalau ini tidak kita lawan, maka para pelaku tindak kejahatan akan merasa aman. Jadi  mulai saat ini jika melihat ada yang menjadi korban begal, mari kita bantu bersama-sama,” pesannya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN