Begal Tak Pandang Bulu, Kaum Hawa Harus Waspada!

WOL Photo

MEDAN, WOL – Maraknya kasus kejahatan oleh kawanan begal (penjahat jalanan) di wilayah hukum Kota Medan tak kunjung reda. Tak tanggung-tanggung, perampok yang tergolong sadis ini tak pandang bulu dalam melancarkan aksinya.

Khususnya kaum hawa, pun menjadi ‘santapan’ kejahatan para begal tersebut. Seperti yang dialami seorang guru SMA Sutomo bernama Lily (49) warga Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun. Korban terpaksa harus dirawat di RS Methodis Medan, karena mengalami luka robek di kepala, tulang bahu kanan patah, paha luka-luka dan gigi depan rontok usai dijambret dua pelaku saat melintas di Jalan Amplas Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area, Jumat (6/10).

Dijelaskan aksi jambret ketika Erman dan istrinya (korban-red) serta anaknya, Krist (17), yang baru saja mengunjungi rumah keluarganya di kawasan Jalan Asia, berniat pulang ke rumahnya dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X.

Saat melintas di Jalan Amplas tepatnya di simpang Jalan Singkat, tiba-tiba dua pria yang berboncengan dengan sepeda motor langsung mendekati dari arah samping kanan langsung merampas tas korban. Akibat aksi jambret korban dan putranya terjatuh dari sepeda motor. Sedangkan para pelaku kabur dengan membawa tas sandang korban ke arah Jalan Sutrisno.

(WOL Photo/Gacok)
(WOL Photo/Gacok)

Aksi kejahatan jalanan juga dialami Wita Astuti (31) pegawai swasta warga Jalan Pancing II, Budi Utomo, menjadi korban keganasan para pelaku jambret saat melintas di Jalan Putri Hijau pada Senin (2/10) sekira pukul 23.00 WIB. Korban yang tengah mengendarai sepeda motor Honda Vario BK 6014 SAA usai bekerja dan hendak pulang ke rumah melintas di Jalan Putri Hijau.

Advertisement

Tepat di depan Kantor Samsat tiba-tiba seorang pengendara (pelaku) merampas tas yang berada di punggungnya. Diduga oleng korban pun terjatuh dan tak sadarkan diri.

Lalu warga sekitar dan pengendara lainnya yang melihat korban terjatuh langsung membawanya ke Rumah Sakit Putri Hijau untuk mendapatkan perawatan. Sementara pelaku berhasil membawa kabur tas yang berisikan handpone, STNK, ATM, KTP dan uang tunai Rp 1 juta.

Tak hanya Lily dan Wita, Kamis (5/10), selama seminggu belakangan ini dua pengendara motor nyaris tewas dirampok. Seperti yang dialami Dona Br Hasugian (36) pekerja restoran warga Jalan Pintu Air menjadi korban perampokan saat melintas di Jalan Imam Bonjol, Kamis (28/9) malam.

Aksi perampokan berawal saat korban ketika mengendarai sepeda motor Honda Beat hendak pulang dari tempat kerjanya di Mall Centre Point, Jalan Jawa, menuju Jalan Pintu Air.