Podomoro Deli City Akan Dibongkar?

Boydo HK Panjaitan. (WOL Photo)
Iklan

MEDAN, WOL – Ketua Komisi C DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan, menilai hendaknya aturan yang dibuat di Kota Medan tidak mempersulit para investor berinvestasi. Jikapun prosedur yang dijalankan ternyata salah, hukumlah orang yang bersalah, namun jangan sampai modal yang sudah ditanamkan diabaikan sehingga para pengusaha menjadi merugi.

“Seperti kasus yang dialami Podomoro Deli City beberapa waktu lalu. Hendaknya pembangunan tidak dihalangi. Kalaupun ada yang salah di pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau lainnya, hendaknya oknum-oknum yang terlibat di dalamnya lah yang ditindak, bukan aset yang sedang dibangun,” ucapnya, Rabu (27/9).

Lebih lanjut Boydo menambahkan, modal yang sudah dikeluarkan pihak Podomoro sangat banyak, mencapai Rp2 triliun.

“Bayangkan dana yang sudah dihabiskan pengusaha, namun dengan perintah, pengadilan harus diratakan dengan tanah. Sudah sangat meresahkan pengusaha,” imbuhnya.

Politisi PDIP juga mengkhawatirkan, akan banyak investor takut menanamkan investasinya di Medan. Hal itu harus diantisipasi semua pihak agar jangan menimbulkan kerugian yang besar terhadap pengusaha.

iklan

“Kalau bangunan Podomoro Deli City berdiri, akan banyak menyumbang PAD ke Kota Medan. Hal itu juga perlu dipikirkan sebelum melakukan tindakan. Sehingga tidak ada penyesalan di kemudian hari,” ujarnya seraya menyatakan bila perlu keputusan hakim itu digugat dengan menunjukkan berbagai data dan pemikiran yang ada.

Mengenai IMB yang dibatalkan, lanjutnya, hendaknya diberi keringanan untuk mengurusnya kembali. Karena itu sudah merupakan hukuman bagi mereka.

“Khusus untuk perintah pembongkaran bangunan Podomoro Deli City hingga rata dengan tanah, harus dipikirkan ulanglah,” pungkasnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan