Ini Pesan Mendagri di Acara Penghargaan IAA

Tjahjo Kumulo (foto: ist)
Iklan

MEDAN, WOL – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tjahjo Kumulo, diwakili Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah, memberikan penghargaan kepada sejumlah daerah, dalam acara Indonesia Attractiveness Award (IAA) 2017 di Java Ballroom The Westin Jakarta Jalan HR Rasuna Said, Karet Kuningan, Jakarta, Jumat (29/9) malam kemarin.

Dalam acara tersebut, Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, hadir. Tak tanggung-tanggung, kehadiran orang nomor satu di Kota Medan ini menyabet dua penghargaan sekaligus. Untuk penghargaan kategori Kota Terbaik, Kota Medan menempati peringkat empat dengan indeks total 85,46 setelah Kota Bandung (90,19), Kota Surabaya (88,08) dan Kota Semarang (86,95).

Sedangkan untuk kategori penghargaan Kota Terbaik Per Region, Kota Medan merupakan kota terbaik untuk Region Sumatera dengan indeks total 85,46. Selanjutnya untuk Region Jawa, Kota Bandung yang terbaik (90,19), Region Bali Nusa Tenggara (Bali Nusra) diraih Kota Denpasar (83,42), Region Kalimantan diraih Kota Balikpapan (82,76), Region Sulawesi diraih Kota Makasar (80,57) serta Region Maluku dan Papua diraih Kota Ambon (66,92).

IAI yang digelar salah satu grup media nasional ini merupakan acara penghargaan tahunan bagi pemerintah kabupaten/kota dan provinsi. Penghargaan ini diberikan setelah dilakukan penilaian atas keberhasilan pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi daerah dan bagaimana mengelola pembangunan ekonominya. Oleh karenanya penilaian ini dilakukan mulai dari Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) sampai Papua.

Untuk tahun ini, IAI dalam menghasilkan pemeringkatan menggunakan metodelogi penelitian kuantitatif. Tim peneliti menyisir data-data sekunder dan primer (mystery calling, analisis digital dan media sosial) dari 508 kabupaten dan kota di Indonesia. Pengumpulan data primer ini dilakukan mulai Mei hingga Juni 2017, sedangkan data sekunder dikoleksi sejak awal 2016.

iklan

Dalam melakukan penilaian, ada dua indikator yang digunakan. Indikator pertama yakni kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)  terhadap PDRB Provinsi di atas 20 persen, sedangkan indikator kedua yakni pertumbuhan PDRB harus lebih besar dari rata-rata pertumbuhan koridor atau PDRD per kapita lebih besar  dari rata-rata PDRB per kapita koridor.

Dari hasil itu selanjutnya ditambahkan dengan kabupaten/kota yang mendapat IAA di tahun 2016, sehingga tahun ini ditetapkan 152 pemenang. Dari jumlah itu, beberapa daerah berhasil mendapatkan penilaian sangat bagus sehingga mampu menang untuk lebih dari satu kategori, termasuk Kota Medan.

Mendagri dalam arahannya yang disampaikan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil, Zudan Arif Fakrullah, menyampaikan apresiasi atas digelarnya IAA ini. Sebab, kegiatan ini dinilai sebagai upaya untuk membangun ekosistem pemerintahan yang lebih baik dan sehat lagi di tengah adanya persoalan hukum dalam tata kelola pemerintahan.

Kemudian Arif Fakrullah  menambahkan, Mendagri berharap agar pemilihan kepala daerah tahun depan (2018) diikuti 171 kepala dearah di Indonesia yang menggunakan biaya APBD maupun APBN yang sangat besar tidak mengganggu pemerintah daerah dalam menjalankan tata kelolala pemerintahan, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita berharap agar kepala daerah  terus membangun dan menumbuhkan  ruh berinovasi dalam upaya membangun, memajukan serta mengembangkan daerahnya masing-masing. Di samping itu harus didukung dengan kemajuan teknologi  sehingga tata kelola pemerintahan yang dilaksanakan semakin transparan,” katanya.

Dengan digelarnya IAA, Arif Fakrullah  menegaskan,di balik adanya masalah hukum dalam tata kelola pemerintahan yang melibatkan sejumlah kepala daerah namun membuktikan masih banyak kepala daetah yang meraih prestasi. “Jadi terus tingkatkan prestasi ini,” tegasnya.(wol/mrz)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan