Poldasu Tembak Mati 3 Bandar Narkoba Selama Ops Antik 2017

WOL Photo/lihavez

MEDAN, WOL – Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut dalam pelaksanaan Operasi Anti Narkotika (Antik) 2017 menembak mati tiga bandar narkoba dan menangkap beberapa pengedar narkoba lainnya.

Adapun ketiga tersangka yang ditembak mati, yakni Ayub ditangkap pada Kamis (17/8) warga Jalan Beo Perumnas Mandala, dengan barang bukti 2 Kg sabu, Musli Adi ditangkap pada Kamis (17/8) di kawasan Besitang, Kabupaten Langkat dengan barang bukti 1 Kg sabu dan Land Cruiser Prado BK 1381 IM. Selanjutnya Tarmizi M. Yusuf als Faisal tewas ditembak mati.

Abdul Samad Bin Hasan (ditembak Kaki) ditangkap pada Minggu (27/8) di pinggir Jalan Lintas Sumatera Utara – Aceh, Besitang, Kabupaten Langkat dengan barang bukti 4 Kg sabu dan Abdul Khalil, Fajri M.Yusuf, Fahrizal Amran dan Khairuddin Tambunan, ditangkap pada Senin (14/8) di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sei Putih, Kecamatan Medan Petisah dengan barang bukti 1 Kg sabu.

“Penangkapan para bandar dan pengedar narkoba ini dilakukan dalam kurun waktu 2 minggu selama Agustus. Dimana tiga bandar terpaksa ditembak mati,” ungkap Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw, didampingi Dir Res Narkoba Poldasu Kombes Pol Hendry Marpaung, dan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Riba Sari Ginting, Kamis (31/8).

Dijelaskan dalam Operasi Antik Toba 2017 selama dua minggu Polda Sumut telah berhasil mengungkap kasus kejahatan tindak pidana sebanyak 581 kasus dengan tersangka 728 terdiri dari 686 laki-laki dan 42 perempuan.

Advertisement

Dengan perincian sebagai berikut, Ditresnarkoba Polda Sumut jumlah kasus 32 dan jumlah tersangka 43 dengan barang bukti sabu seberat 9,8 Kg, ganja seberat 1,1 Kg dan pil ekstasi sebanyak 116 butir.

Kemudian Satwil Prioritas  6 Polres jumlah kasus 406 dan jumlah tersangka 499 dengan barang bukti sabu seberat 2,8 Kg,  ganja seberat 102,1 Kg dan pil ekstasi 834 butir, dan pil happy five 6 butir.

Selanjutnya disusul Satwil Imbangan 21 Polres jumlah kasus 143 dan jumlah tersangka 186 dengan barang bukti sabu 238,43 gram, ganja 63.851,08 gram dan pil ekstasi 5 butir, 2 butir pecahan.

Kapoldasu mengatakan, ada menarik dalam pelaksanaan Ops Antik 2017 petugas menemukan ladang ganja seluas 1 hektar pada Kamis (24/8) di daerah pegunungan, Desa Rao-Rao Dolok, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Madina. Dari lokasi petugas menyita 3.000 pohon ganja.

“Untuk ladang ganja yang ditemukan sudah dipasang garis polisi. Sementara barang bukti 3.000 pohon ganja dan pemiliknya sudah ditangkap dan ditahan,” ucapnya.

Paulus menegaskan ke depannya Polda Sumut akan tetap komit dalam tindak pemberantas peredaran narkoba di Sumatera Utara. “Di sini saya instruksikan kepada seluruh anggota akan menindak tegas para bandar narkoba. Kalau melawan tembak mati saja,” pungkasnya.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN