ISKA Ingatkan Pentingnya Spirit Pancasila

Ketua Umum DPD ISKA Sumatera Utara, Hendrik H Sitompul (WOL Photo/M Rizki)
Iklan

MEDAN, WOL – Ketua Umum DPD Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Sumatera Utara, Hendrik H Sitompul, mengajak seluruh elemen masyarakat tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Diingatkan, supaya mewaspadai gerakan sejumlah organisasi yang bersikap intoleran dan terus menyebarkan ideologi anti Pancasila.

Untuk itu, ISKA mengingatkan akan pentingnya penerapan spirit Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Sangat penting falsafah Pancasila dan konsep Bhinneka Tinggal Ika,” ajak Hendrik Sitompul selaku anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan ini menyikapi perayaan HUT RI ke-72, Kamis 17 Agustus 2017 lalu.

Menurut Hendrik, saat ini bangsa Indonesia menghadapi kelompok yang berupaya melumpuhkan Pancasila, yang telah 72 tahun menyangga kemerdekaan. Sejumlah organisasi  yang bersikap intoleran tersebut terus menyebarkan ideologi anti Pancasila. “Tujuannya menggeser dasar serta  falsafah negara kita. Dengan rupa-rupa kasus seperti korupsi, penyalahgunaan narkoba, terorisme dan masalah kemiskinan,” terang Hendrik.

Dalam hal ini, kata Hendrik, ISKA menyerukan perayaan kemerdekaan yang penuh dengan kegembiraan ini harus menguatkan komitmen berbangsa yang menjunjung tinggi perbedaan. “Pancasila tak akan berbunyi bila hanya menjadi mantra tanpa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Hendrik mencontohkan, peran ISKA  menggerakkan remaja Indonesia melalui aktivitas sekolah kebangsaan. Lebih dari seribu remaja dari berbagai  sekolah mendapat pelatihan mencintai  dan membela  negara. “Ini salah satu kontribusi ISKA di HUT RI,” tambah Hendrik seraya menyerukan pentingnya mencintai dan membela negara, salah satu cara termudah adalah melalui  belajar beroganisasi.

iklan

Ditambahlan Hendrik Alumni PPRA 52 Lemhamnas RI ini Indonesia lahir sebagai bangsa heterogen. Sejarah mencatat bahwa Hindu, Cina, Arab dan Eropa turut mewarnai sejarah bangsa.  Kebhinekaan adalah keniscayaan sekaligus warisan yang tidak boleh dinodai dengan kegiatan-kegiatan intoleransi.

Pada pekan lalu juga, Konferensi Waligereja Indonesia menggelar Konferensi Nasional Umat Katolik Indonesia bertajuk Revitalisasi Pancasila. Konferensi itu bertujuan membangun kesadaran kolektif bangsa Indonesia bahwa Pancasila dan keadilan sosial harus kembali menjadi tujuan pembangunan. HUT RI  ke-72  layak dimaknai sebagai momentum bagi seluruh rakyat Indonesia untuk kembali memelihara api Pancasila sebagai sumber spirit kemerdekaan tegas Hendrik. (wol/mrz)

Editor: Agus Utama

Iklan