133 Warga Labuhanbatu Terjangkit Virus HIV/AIDS

Ilustrasi (foto: Istimewa)
Iklan

LABUHANBATU, WOL – Sebanyak 133 warga Labuhanbatu, Sumatera Utara, terjangkit virus HIV/AID dari 221 orang yang terjangkit virus mematikan di kabupaten tersebut. Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu pun melakukan penyuluhan- penyuluhan, agar masyarakat tidak terjangkit virus mematikan itu.

Dalam acara penyuluhan penanggulangan narkoba dan HIV/AIDS kepada siswa/siswi tingkat SMP/MTs di Kabupaten Labuhanbatu yang berlangsung di Ballroom Suzuya, Rantauprapat, dengan nara sumber dari BNNK Tanjung Balai baru-baru ini, Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap, menegaskan bahwa narkoba dan HIV/AIDS sangat kejam dan sangat keji, karena dapat merusak generasi muda dan bangsa Indonesia. Untuk itu, katanya, anak-anak diminta jangan pernah berfikir untuk mengerjakan dan menggunakannya.

“Perlu anak-anak ketahui, bahwa menurut data yang telah ada sekitar bulan April 2017 ini tercatat 221 kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Labuhanbatu, sekitar 133 orang warga Labuhanbatu (warga lokal-red),” ujar Bupati.

Bupati mengingatkan, untuk menghindari peredaran dan penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar baik itu di lingkungan sekolah maupun di lingkungan pergaulan sehari-hari, kesadaran dan pengetahuan tentang bahaya narkoba perlu ditanamkan pada setiap anak didik yaitu dengan cara penyampaian materi, forum diskusi maupun dalam bentuk tugas sekolah dan lainnya. “Marilah kita laksanakan hidup sehat dan jauhilah narkoba, agar jadi generasi penerus bangsa yang tangguh dan handal,” terangnya.

Kepala Bagian Adm Kesra Setdakab Labuhanbatu Bangun Siregar menambahkan, bahwa tujuan dari penyuluhan penanggulangan narkoba dan HIV/AIDS ini antara lain memberikan pembinaan dan penyuluhan bagi siswa/siswi tingkat SMP/MTs tentang dampak bahaya narkoba dan penyakit mematikan yaitu HIV/AIDS serta menanamkan kesadaran serta tanggung jawab bagi siswa/siswi SMP/MTs tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS.

iklan

“Peserta yang mengikuti penyuluhan ini adalah siswa/siswi kelas IX SMP/MTs yang berasal dari SMP Negeri 1 Rantau Selatan sebanyak 50 orang, SMP Negeri 2 Rantau Selatan sebanyak 50 orang, SMP Negeri 1 Rantau Utara 50 orang, SMP Negeri 2 Rantau Utara 50 orang, MTs Negeri Kampung Baru sebanyak 50 orang dan MP IT Robbani Rantauprapat sebanyak 20 orang serta Kepala Sekolah dan Komite Sekolah terkait,” pungkas Bangun Siregar.
(wol/rdn/data1)

Iklan