​Adian Apresiasi Gerakan TMP Pimpinan Maruarar Sirait Yang Merakyat​

istimewa

BOGOR, WOL – Parade Kebhinnekaan Taruna Merah Putih (TMP) di Kabupaten Bogor mendapat apresiasi luar biasa dari politikus PDI Perjuangan, Adian Napitupulu. Adian sendiri mrupakan anggota DPR dari daerah pemilihan kabupaten Bogor. “Ini sangat luar biasa,” kata Adian Napitupulu di sela acara Parade Kebhinekaan Nusantara di Jalan Raya Perumnas 2 Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor, Minggu (27/8).

Dalam acara ini hadir sekitar 30 ribu warga kabupaten Bogor dari berbagai elemen lintas agama, lintas suku dan lintas budaya. Di antara yang hadir adalah tokoh dari Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor, Banser, KNPI, Pemuda Pelopor, Karang Taruna, IPNU, IPPNuU,  FP4GN, Gema MA, BNNK, Damas, PIK-R, PPAPRI, Wiramuda Nusantara, PMII dan lain-ain. Hadir juga para guru dan siswa dari SMK Bina Putra Mandiri, Pondok Pesantren Modern Al-Hijrah hingga sekolah dasar yang ada di Kabupaten Bogor.

Acara ini juga dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan, Sukur Nababan dan Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait.

Menurut Adian, kegiatan TMP ini bisa menjadi role model gerakan lain dalam rangka membumikan nilai-nilai Pancasila. Sehingga Pancasila benar-benar menjadi milik rakyat secara keseluruhan. Dengan demikian, Pancasila benar-benar dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh rakyat. “Ada persoalan atau tidak dengan kebhinnekaan, acara model TMP ini harus terus digalakan karena selalu lahir generasi baru. Ini sangat penting,” kata Adian.

Adian pun menilai organisasi TMP ini merupakan organisasi yang terus melakukan program kerja secara serius dan sistematis. Dan terbukti, TMP bukanlah organisasi miik elit belaka. “TMP terus turun ke bawah menunjukkan TMP merupakan milik rakyat dan merakyat​,” tegas Adian.

Advertisement

Sementara dalam sambutannya, Adian tegas mengatakan dan mengajak warga Bogor untuk terus bekerja sama dalam menjaga Pancasila. “Radikalisme dan terorisme harus kita lawan,” tegasnya.

Ketua DPC Taruna Merah Putih Kabupaten Bogor, Egi Gunadhi Wibhawa, mengatakan Kirab Kemerdekaan dan Parade Kebhinekaan Nusantara bertujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat beragam suku, agama, ras dan golongan. Semuanya meskipun berbeda-beda, kata Egi, dibutuhkan perannya dalam membangun bangsa. “Parade kebhinekaan ini adalah sosialisasi kepada masyarakat bahwa dalam keragaman kita adalah bangsa yang satu, sesuai semangat Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi satu,” kata Egi.

Egi menambahkan, acara ini mengambil tema “Mempancasilakan Indonesia, Lintas Suku, Agama, dan Budaya”. Maksudnya, Pancasila yang sudah disepakati sebagai ideologi bangsa, harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Perdebatan kita adalah soal bagaimana membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara, bukan mempertentangkannya dengan agama,” kata Egi, seraya menambahkan bahwa Pancasila dirumuskan para pendiri bangsa yang agamis dan nasionalis.

Menurut Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP), Maruarar Sirait, acara ini selain bentuk peringatan HUT ke-72 RI, juga dalam rangka menjaga, merawat dan membela nilai-nilai Pancasila, pluralisme dan kebhinnekaan. Ia memastikan bahwa kelompok masyarakat yang mendukung Pancasila di negara ini merupakan kelompok arus utama dan mayoritas. Karena itu, dengan cara ini maka ia mendorong masyarakat yang selama ini diam atau menjadi silent majority untuk bergerak melawan segala bentuk yang bisa mengancam Pancasila.

“Mari kita menjadi Pancasialis sejati, bukan yang gadungan. Kita sesama anak bangsa jangan mau diadudomba. Cukup politik pecah belah ada di era penjajahan. Kita lawan segal upaya politik devide at impera yang mau memecah bangsa,” kata Maruarar, disambut tepuk tangan ribuan hadiri. (wol/mrz)

Editor: Agus Utama