PD Pasar Terus Merugi, Kinerja Dirut Dipertanyakan

WOL Photo

MEDAN, WOL – Turunnya pendapatan PD Pasar Kota Medan sebesar Rp250 juta sebulan, tampaknya menimbulkan animo buruk di kalangan masyarakat. Bahkan ditengarai penurunan PAD ini karena adanya permainan di antara elite pimpinan pengelola pasar, kepala cabang pasar, hingga ke dewan direksi PD Pasar untuk menutupi prosedur pemeriksaan anggaran.

Menanggapi tudingan itu, Dirut PD Pasar, Rusdi Sinuraya, memaparkan adanya permasalahan di 3 pasar yakni Pasar Aksara, Pasar Kampung Lalang, dan Pasar Pringgan, mengakibatkan pendapatan PD Pasar menurun. “Seperti Pasar Aksara, pasca kebakaran lalu, pendapatan PD Pasar berkurang Rp120 juta sebulan,” ujarnya, Kamis (13/7).

Disoal adanya kutipan retribusi kepada pedagang Aksara yang saat ini berjualan di badan jalan pasca kebakaran Pasar Aksara, Rusdi menegaskan pihaknya tidak ada melakukan kutipan apapun. “Sejak Pasar Aksara kebakaran, kami tidak pernah mengutip retribusi. Mungkin itu dari pemuda-pemuda setempat,” kilahnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, penurunan PAD PD Pasar juga disebabkan Pasar Kampung Lalang sejak dirubuhkan 22 Maret lalu tak lagi beroperasi.

“Rencananya dalam bulan ini akan dibangun oleh Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Dan Penataan Ruang (DPKP2R) Kota Medan, setelah selesai dibangun baru nanti yang mengelola PD Pasar,” urainya seraya menambahkan, pasca Pasar Kampung Lalang dirubuhkan, PD Pasar kehilangan omset Rp100 juta sebulan.

Advertisement

Menyoal Pasar Pringgan, Rusdi menjelaskan masa pinjam pakai (BOT) yang selama ini kerja sama dengan swasta sudah habis masa kontraknya.

“Dan saat ini masih dalam perhitungan terhadap barang milik daerah yang harus diserahkan ke Pemko Medan terhadap tanah bangunan eks Pasar Pringgan,” paparnya.

Untuk Pajak Pringgan, PD Pasar kehilangan omset Rp40 juta sebulan.

Sebelumnya sekelompok massa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Kota Medan melakukan aksi di Pemko Medan, menuding kinerja Rusdi Sinuraya selaku Dirut PD Pasar tak becus.

Penurunan PAD Rp250 juta sebulan disorot. Tiga pasar terbengkalai, yakni Pasar Aksara, Pasar Kampung Lalang dan Pasar Pringgan.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN