Pansus RUU Pemilu Tersandera Isu Presidential Threshold

Yandri Susanto (Foto: Okezone)
Iklan
agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) masih terus berlangsung alot di DPR RI. Setidaknya ada lima isu krusial yang masih belum menemukan titik terang. Salah satunya, penerapan ambang batas suara atau presidential threshold.

Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu Yandri Susanto mengatakan, DPR memang sedang tersandera dengan isu presidential threshold. Tetapi, fraksi di DPR akan memutuskan tingkat pertama soal RUU pada Rabu 12 Juli 2017 besok.

“Kalau tidak mufakat ya voting,” kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/7/2017).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, dalam keputusan itu, sikap pemerintah akan terlihat. Apakah akan menerima keputusan parlemen atau justru menarik diri.

iklan

Sejauh ini, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) masih berkukuh presidential threshold pada angka 20-25%.

“Nah, kita tunggu sikap pemerintah gimana, kalau misalkan tidak 20%. Kalau pemerintah lanjut berarti pemerintah negarawan,” ujar Yandri.

Tetapi, ditegaskan Yandri, jika pemerintah malah menarik diri lantaran keputusan DPR tak sesuai keinginan pemerintah. Maka, Yandri mengibaratkan sepasang suami-istri yang sudah menikah namun bercerai.

“Tapi kalau tak 20 persen. Atau hasilnya misal 0 persen atau titik temu 10 persen antar-fraksi, terus pemerintah tarik diri itu seperti nikah itu halal, cerai itu halal tapi sangat dibenci oleh Allah,” jelas Yandri.

“Kira-kira begitu kita sudah lama bersama karena tak setuju cerai. Memang boleh menarik diri pemerintah dan DPR, boleh tapi tak elok,” ujarnya.

Ketidakelokkan itu, lanjut Yandri, lantaran Pemilu menyangkut hajat hidup orang banyak serta proses demokrasi di Indonesia. “Menjadi kualitas kepemimpinan kita juga ke depan,” ujarnya.

Yandri menegaskan, lebih baik pemerintah dan DPR memfokuskan pada partisipasi dan kontestasi dalam pemilu serentak 2019. “Dan kontestasi tak perlu takut bersaing,” tutupnya.

Save

Iklan