2 Kubu Panaskan Paripurna RUU Pemilu, Sidang Diskors hingga 19.30 WIB

Sidang Paripurna revisi UU Pemilu (Foto: Bayu/Okezone)
Iklan
agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, ada dua kelompok besar yang dominan dalam pengambilan keputusan isu krusial RUU Pemilu di rapat paripurna hari ini. Fadli mengatakan hal itu saat sidang paripurna kembali diskors hingga pukul 19.30 WIB.

Positioning dari masing-masing saya kira ada dua kelompok besarlah, gitu, tapi masih kami coba lagi dan kami sampaikan kepada pimpinan partai,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menuturkan, persoalan voting terbuka atau tertutup belum dibicarakan lebih lanjut. Karena itu, ia belum dapat memastikan pengambilan keputusan akan berbentuk seperti apa nantinya. “Nanti kita lihatlah,” ujar dia.

Sidang paripurna pengambilan keputusan isu krusial dalam RUU Pemilu kembali diskors hingga pukul 19.30 WIB. Penundaan sidang itu akan digunakan untuk lobi-lobi antar fraksi. “Tapi tadi kita putuskan 07.30 WIB kita kembali ke forum lobi dulu di belakang paripurna,” ucap Fadli.

iklan

Sekadar diketahui, hingga kini rapat paripurna pengambilan keputusan lima isu krusial RUU Pemilu masih berlangsung. Kelima paket itu di antaranya yakni sistem pemilu, metode konversi suara, alokasi kursi pada penataan daerah pemilihan, parliamentary threshold dan presidential threshold.

Adapun lima opsi paket pengambilan keputusan antara lain:

Paket A, presidential threshold (20%–25%), parliamentary threshold (4%), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3–10 kursi), metode konversi suara (saint lague murni).

Paket B, presidential threshold (0%), parliamentary threshold (4%), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3–10 kursi), metode konversi suara (quota hare).

Paket C, presidential threshold (10%–15%), parliamentary threshold (4%), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3–10 kursi), metode konversi suara (quota hare).

Paket D, presidential threshold (10%–15%), parliamentary threshold (5%), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3–8 kursi), metode konversi suara (saint lague murni).

Kemudian Paket E, presidential threshold (20%–25%), parliamentary threshold (3,5%), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3–10 kursi), metode konversi suara (quota hare).

Iklan