Poldasu Gerebek Gudang Penimbunan Bawang dan Cabai Ilegal

WOL Photo/sastroy bangun

MEDAN, WOL – Subdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sumut menggerebek sebuah gudang penyimpanan bahan pokok yang diduga sengaja ditimbun di Jalan Amir Hamzah KM 31 No 74 Tandem Binjai.

Dalam gudang tersebut, petugas berhasil menemukan penimbunan bawang putih lebih kurang 20 ton dengan berat masing masing karung 20 Kg. Bawang putih tersebut berasal dari India yang pada kemasan kemasan karung tidak mencantumkan label.

Bahkan petugas juga menemukan bawang bombai sebanyak 2.718 karung dengan berat masing-masing karung 20 Kg yang berasal dari negara New Zealand. Selain itu,  cabai kering hasil impor dari negara India sebanyak lebih kurang 1.200 karung, dengan berat karung 20 Kg, berada di dalam gudang pendingin turut diamankan.

Tidak hanya itu, penimbun ilegal tersebut juga menyimpan bawang merah lokal sebanyak lebih kurang 6 ton dari Kota Padang ditambah kacang tanah sebanyak 4,5 ton yang berasal dari India.

“Diduga telah terjadi penimbunan terhadap barang-barang tersebut secara ilegal. Diketahui importir dari barang-barang tersebut adalah CV. DELI LESTARI JAYA yang dimiliki oleh pelaku JIMMY dan PT. LINTAS BUANA UNGGUL. Sementara, bawang merah Lokal tersebut berasal dari pelaku Indra Jaya yang berasal dari Alahan Panjang Solok,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, Kamis (1/6).

Advertisement

Disebutkan, perbuatan menimbun barang kebutuhan pokok tersebut diduga melanggar Pasal 107 UU no 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan Permendag No 20/M.dag/Per/3 thn 2017 tentang pendaftaran pelaku usaha distribusi barang kebutuhan pokok.

“Petugas telah melakukan police line terhadap gudang pendingin dan barang tempat penyimpanan barang kebutuhan pokok tersebut dan telah dilaporkan kepada Kepala Penindakan Satgas Pangan Mabes Polri,” ucap mantan Kapolres Binjai tersebut.

Rina menambahkan, Polda Sumut bertekat membasmi segala bentuk monopoli dan penimbunan barang kebutuhan hidup masyarakat, sehingga menyebabkan harga bahan pokok naik karena adanya penimbunan tersebut.

“Sesuai perintah Presiden dan arahan dari Kapolri, jajaran Polda Sumut tetap siaga dalam mengawasi penimbunan bahan kebutuhan pokok yang dapat menyusahkan masyarakat, karena bahan pokok yang menjulang tinggi akibat penimbunan tersebut. Apalagi momen menjelang lebaran, banyak oknum yang melakukan kegiatan ilegal tersebut,” pungkasnya.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN