KPPU dan Kejagung Optimalkan Penegakan Hukum Persaingan Usaha

foto: tmpo
Iklan

MEDAN, WOL – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Kejaksaan Agung akan bekerja sama dalam upaya memperkuat penegakan hukum persaingan usaha yang sehat. Dalam waktu dekat, kedua lembaga ini akan menggelar pendatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Ketua KPPU, Syarkawi Rauf, mengatakan sedikitnya ada tiga poin utama yang menjadi fokus kerja sama KPPU dengan Kejaksaan Agung. Rencana kerja sama ini merupakan hasil pertemuan dirinya dengan Jaksa Agung M Prasetyo di Kantor Kejaksaan Agung, Jumat, 19 Mei 2017.

“Pertama, penguatan koordinasi dalam hal penegakan hukum persaingan usaha. Misalnya, nanti diimplementasikan untuk sanksi yang sudah inkracht, Kejaksaan Agung akan turut membantu KPPU untuk mengeksekusi denda atau sanksi,” tutur Syarkawi, Senin (22/5).

KPPU dan Kejaksaan Agung sepakat untuk bersama-sama meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di masing-masing lembaga. Nantinya, kedua lembaga akan menggelar acara bersama atau workshop yang berisi seminar untuk saling memberikan pengetahuan dan saling berbagi pengalaman terkait dengan hukum persaingan.

“Ke depan, Kejaksaan bisa melibatkan KPPU untuk membantu dalam hal pengembangan jenjang karir di lingkungan kejaksaan. Di mana, materi persaingan usaha akan menjadi salah satu yang akan dikembangkan,” ujar Syarakwi.

iklan

Selanjutnya, KPPU akan belajar kepada Kejaksaan Agung khususnya di bidang penuntutan. Para investigator KPPU akan diberikan pelatihan oleh kejaksaan.

“Bagaimana teman-teman investigator di KPPU akan ditraining untuk menjadi investigator yang baik. Ini yang akan kami serap dari kejaksaan, karena, kejaksaan memiliki keahlian dalam bidang penuntutan,” ujarnya.

Poin ketiga KPPU dan Kejaksaan Agung akan membentuk tim bersama. Tim ini akan difokuskan untuk membantu penanganan perkara supaya bisa berjalan lebih optimal. Kejaksaan juga bisa mengembangkan perkara dari segi hukum pidana.

Nantinya, koordinasi Kejaksaan Agung dan KPPU akan dilakukan sejak awal penanganan perkara. “Fungsi tim ini termasuk dalam hal tukar menukar data yang terkait dengan penegakan hukum persaingan,” tutup Syarkawi.(wol/eko/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan