Parkir MMTC Tidak Patuhi Perintah Bupati Deliserdang

WOL Photo/Ridin

PERCUT SEITUAN, WOL – Pemegang mandat parkir Kecamatan Percut Seituan, Indra Surya Nasution, mendesak Bupati Deliserdang Ashari Tambunan  menindak pihak Medan Metropolitan Trade Centre (MMTC) Jalan Pancing Desa Medan Estate, Deliserdang, Sumatera Utara, karena terus melakukan pengutipan uang parkir di  kawaasan MMTC.

Dalam rapat koordinasi kemarin sudah jelas diputuskan agar jangan ada pengutipan parkir di MMTC, menungu keputusan dari Pemkab Deliserdang soal pengelolaan parkir di MMTC, tapi di lapangan saya lihat, sejak kemarin pihak MMTC terus melakukan pengutipan parkir liar, ini berarti pihak MMTC tidak mematuhi perintah bupati,” ujar Indra Surya Nasution selaku pemegang mandat parkir di Kecamatan Percut Seituan kepada Waspada Online, Jumat (14/4).

Manurut Indra, pada rapat koordinasi antara pihak Pemkab Deliserdang yang dipimpin Asisten I Pemerintahan Syafrullah dan dihadiri Bapenda Darwin Zein, Piahak Dishub, pihak MMTC, pihak Kecamatan Percut Seituan dan pemegang mandat parkir Kecamatan Percut Seituan pada Rabu (12/4) kemarin diputuskan agar pengutipan parkir di kawasan MMTC dihentikan sementera selama seminggu.

“Pemkab Deliserdang akan segera memutuskan apakah di kawasan MMTC bisa dilakukan pengutipan parkir oleh pihak kecamatan atau tidak, karena selama saya selaku pemegang mandat parkir di Kecamatan Percut Seituan selalu mendapat kendala dalam melakukan pengutipan parkir di kawasan MMTC.

“Selama ini juru parkir saya selalu diteror oleh juru parkir yang diciptakan oleh MMTC. Sudah ada perintah jangan ada pengutipan parkirpun juru parkir MMTC tetap saja mengutip, saya akan laporkan hal ini ke pihak terkait,” kata Indra.

Advertisement

Lebih lanjut Indra menjelaskan, pengutipan parkir di kawasan MMTC sebelumnya dilakukan oleh pemegang mandat dari Dinas Perhubungan Deliserdang. “Sejak 1 Januarai 2017 Pemkab Deliserdang melakukan pelimpahan pengelolaan parkir dari Dishub ke kecamatan. Semestinya pihak MMTC harus menyerahkan pengeloalan parkirnya ke kecamatan, bukan menciptakan parkir sendiri dengan bet parkir dan karcis retribusi parkir sendiri. Ini berarti ada negara di dalam negara,” pungkasnya.(wol/rdn/data2)

Editor: SASTROY BANGUN