Sakhyan Asmara: Ilmu Komunikasi Semakin Terdepan

WOL Photo

MEDAN, WOL – Berbicara seputar ilmu komunikasi memang untuk saat ini tidak akan ada habisnya, mengingat sejauh ini ilmu tersebut terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan zaman.

Terkait ilmu komunikasi, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan, Dr H Sakhyan Asmara MSP, turut memberikan pendapatnya. Pria yang pernah menjabat sebagai Plt Sesmenpora dan Staf Ahli Kemenpora ini menilai ilmu dan sarjana komunikasi saat ini sangat diperlukan, mengingat iklim informasi yang berkembang memberikan dampak kepada media komunikasi yang semakin hari semakin meluas. Mula-mula diawali dari mesin cetak, media elektronik seperti radio dan televisi hingga media online.

STIK-P Medan - WOL Photo
STIK-P Medan – WOL Photo

“Bahkan, bagi sebagian orang media online menjadi sumber informasi utama, tidak lagi menonton televisi atau baca koran, hanya cukup melihat informasi dari gadget. Semua fakta yang ada saat ini pastinya memerlukan jurnalis-jurnalis yang andal untuk menjalankannya. Di situlah sebenarnya peluang kerja para pelaku jurnalistik,” terangnya mantan Kadisporasu ini, Jumat (24/3).

Begitu juga dengan tenaga kehumasan, kata Sakhyan, bila dilihat situasi saat ini dengan tumbuhkembangnya media elektronik seperti televisi dan aktivitas-aktivitas komunikasi kelompok di tengah masyarakat.

“Tidak hanya sekadar acara-acara audisi, tapi juga penyelengaraan seminar, pertemuan-pertemuan, dan acara hiburan. Itu kalau kita lihat memutuhkan tenaga seperti Master of Ceremony (MC), pembawa acara, dan public speaker yang baik,” tambah Dosen FISIP USU ini.

Advertisement

Lanjut Sakhyan, begitu juga tumbuhkembangnya partai-partai politik, di mana adanya sistem pemilihan one man one vote dan adanya daerah pemlihan. Itu semua tidak hanya membutuhkan tenaga ahli yang support dalam memberikan konsultasi kepada para aktor politik, tapi juga membutuhkan supervisi dari tenaga komunikasi publik atau massa, mengingat setting agenda dan setting acaranya hanya dikuasai oleh orang komunikasi.

WOL Photo
WOL Photo

“Di Aceh, Sumbar, dan Riau itu sedikit perguruan tinggi yang mengasuh ilmu komunikasi. Jadi sebenarnya, lapangan pekerjaan di Sumbagut ini saja sudah cukup luas di bidang ilmu komunikasi,” terang alumni doktor Universitas Indonesia ini.

Apalagi ada sistem perwakilan di sejumalah perusahaan media, lanjut Sakhyan, misalnya media Jakarta punya perwakilan di daerah, sepeti radio dan koran. Tentunya itu membutuhkan tenaga broadcast serta jurnalisme yang andal, dan sejauh ini alumni STIK-P bisa dibilang mendominasi jabatan strategis di perusahaan media tersebut.

“Jadi memang untuk menempuh pendidikan komunikasi di mana saja, termasuk di STIK-P sebenarnya satu pilihan yang tepat untuk sektor tenaga kerja. Kenapa? Karena pada umumnya, banyak peluang-peluang kerja yang terbuka, apalagi saat ini ada Pejabat Pengelola Informasi Publik (PPID),” katanya.

“Selain itu, ada juga KIP yang ada di daerah-daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, yang bertugas memantau aktivitas komunikasi keterbukaan informasi institusi pemerintahan kepada masyarakat. Siapa tenaga profesional yang diharapkan mengelola manajemen PPID? Tentunya tidak bisa sembarang orang dan pastinya juga butuh orang komunikasi,” tuntas Sakhyan. (wol/aa/wsp/data3)

 

Editor: AUSTIN TUMENGKOL