Poldasu Dikabarkan Tangkap Pembunuh Wartawan

Istimewa

MEDAN, WOL – Subdit III Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut meringkus pelaku pembunuhan terhadap seorang wartawan surat kabar mingguan Senior, Amran Parulian Simanjuntak (36) di Jalan Medan-Binjai KM 13,5, Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Rabu (29/3) malam.

Tersangka pembunuhan yang diamankan berinisial TS (39), warga Jalan Pasar Besar, Dusun Sei Semayang, Sunggal, Kabupaten Deliserdang. Pelaku ditangkap di kawasan Lapangan Merdeka, Kota Binjai. Dari tangan tersangka petugas menyita barang bukti sebilah pisau yang digunakan untuk membunuh korban, baju serta rekaman CCTV.

“Benar tersangka pembunuhan terhadap wartawan sudah ditangkap,” ungkap salah seorang sumber kepolisian dari Polda Sumut.

Dia menyebutkan dari hasil introgasi pelaku nekat membunuh karena dendam dengan korban. Sebab uang sebesar Rp 4,5 juta yang dijanjikan untuk rehab sejak tahun 2015 lalu sampai saat ini tidak dikembalikan. Bahkan korban sempat menyekap pelaku dan dianiaya di rumah kosong.

“Saat ini pelaku tengah dibawa ke Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” sebutnya.

Advertisement

Diberikan sebelumnya, seorang wartawan salah satu koran mingguan terbitan Medan, Amran Parulian Simanjuntak (36), warga Jalan Paya Bakung Komplek Perumahan Puri Sari Jadi Desa Serba Jadi Kecamatan Sunggal tewas setelah ditikam orang tak dikenal (OTK) saat melintas di Jalan Binjai KM 13,8 Simpang Jalan Pasar Besar Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal usai mengantar anaknya ke sekolah, pagi tadi.

Mirisnya, Amran dibunuh tidak jauh dari sekolah anaknya. Kuat dugaan, Amran dibunuh karena persoalan pemberitaan.

“Pagi tadi Amran minta tolong sama abangnya untuk ngantarkan anaknya ke sekolah. Karena dia khawatir, adik kami ini ngikuti abangnya dari belakang,” ungkap kakak kandung korban Renova di RS Bhayangkara Medan.

Renova menyebutkan kalau hingga saat ini dirinya tidak mengetahui pasti apa penyebabnya dan siapa pelaku pembunuhan terhadap Amran. Namun, diduga pelaku kenal dengan korban. “Mungkin adik saya itu sudah diintai. Begitu dia lengah karena mengantar anaknya di sekolah, dia langsung dibunuh,” sebutnya.

Keluarga yang mendapat informasi dari sekolah TK Valentine, tempat anak korban bersekolah yang menyebutkan bahwa Amran telah dibunuh oleh orang tak dikenal. “Kami belum jelas ceritanya ini. Karena kami juga baru dapat kabar dari pihak sekolah,” ungkap Renova.

Sebelumnnya, menurut pengakuan kakak korban mengatakan kalau  adiknya (Amran-red) dapat telepon ancaman dari seseorang. Tapi istrinya tidak tahu siapa yang mengancam suaminya tersebut. (wol/lvz/data3)

Editor: Agus Utama