Pedagang Resah, Ada Preman Kutip Uang Lapak dan Parkir Liar di Pasar Kompleks MMTC Pancing

ilustrasi

PERCUT SEITUAN, WOL – Para pedagang yang berjualan di dalam kompleks Medan Mega Trade Centre (MMTC) Jalan Pancing Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, resah dengan kutipan dan parkir liar yang dilakukan oleh para preman di kawasan tersebut.

Menurut para pedagang, para preman tersebut meminta upeti atau uang lapak setiap hari dengan harga sesuka hati. “Padagang asongan keliling yang masuk ke kompleks harus bayar Rp 60 ribu, kalau uang lapak Rp 30 ribu per hari, “ujar salah seorang pedagang yang tidak mau disebut namanya kepada Waspada Online Minggu (12/3).

Ulah para preman ini juga semakin meresahkan dengan menakut-nakuti para pedagang, para preman tersebut akan menggusur para pedagang kalau tidak segera membayar uang muka kios pasar modern yang saat ini dibangun di komleks MMTC itu.

“Kami saat ini ditakut-takuti mau digusur kalau tidak segera membayar kios pasar yang sedang dibangun itu. katanya harus bayar uang muka Rp 16 juta kalau tidak kami segera digusur,” keluh pedagang itu.

Menurutnya pedagang tersebut, para pedagang yang berjualan di kompleks MMTC, adalah para pedagang pasar central yang sebelumnya digusur oleh Pemko Medan. “Dulu kami digusur di central, kini kami mau digusur lagi, mau bayar kios belum ada uang, bagaimana ini bang,” keluh pedagang tersebut.

Advertisement

Informasi menyebutkan, selain kutipan liar lapak dagangan terhadap para pedagang, para preman juga mengusai lahan parkir yang berada di kompleks tersebut. Padahal saat ini restribusi parkir sudah dilimpahkan kewenangannya pengelolaannya, dari Dinas Perhubungan Deliserdang ke pihak kecamatan.

“Ya memang parkir di pasar MMTC itu liar, karena saat ini tidak ada setoran ke Pemkab Deliserdang. Memang dulu ada pemegang mandat dari Dishub Deliserdang untuk mengelolah parkir di Pasar MMTC dan pertokoannya, tetapi mandat tersebut sejak Januari 2017 sudah tidak berlaku lagi, karena sudah dilimpahkan ke Kecamatan Percut Seituan,” ujar Indra, pemegang mandat pengelolaan perparkiran di Kecamatan Percut Seituan saat dihubungi Waspada Online Minggu (12/3). (wol/rdn/data2)